HMI Minta Tiga Proyek Dikaji Ulang

61
0

BANJAR – Ketua Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Kota Banjar Ramdhani Rasikun ikut menyoroti tiga pembangunan di Kota Banjar.

Dia mendorong aparat penegak hukum (APH) turun tangan menginvestigasi tiga proyek yang sebelumnya dipertanyakan FRDB, yakni Situ Leutik, Banjar Convention Hall (BCH) dan Jembatan Dobo II.

Ia meminta APH tidak hanya menunggu adanya laporan. Dia juga mendukung APH mengkaji kembali bagaimana perencanaan awal tiga proyek pemerintah tersebut.

“Kami juga berpikir beberapa pembangunan yang menelan anggaran fantastis itu perlu pengkajian ulang,” katanya.

Koordinator Forum Keluarga Mahasiswa Kota Banjar Awwal Muzaki menilai Pemkot Banjar cenderung menghambur-hamburkan anggaran daerah dalam pembangunan tersebut. Seperti halnya dalam pembangunan BCH dan Situ Leutik, kata dia, tidak berdampak bagi masyarakat.

“Padahal semestinya pembangunan puluhan miliar itu harus membawa dampak pada pembangunan perekonomian masyarakat dan juga harus ada pemasukan untuk PAD untuk BCH dan Situ Leutik,” kata dia.

Terpisah, Kepala Kejaksaan Negeri Kota Banjar Gunadi belum bisa menanggapi soal dugaan temuan FRDB atas tiga proyek pemerintah.

“Duh sementara ini kami belum bisa menanggapi ya, karena belum ada laporan dan saya sendiri tidak mengetahui dugaannya apa. Harus mengumpukan data terlebih dahulu,” kata dia saat dihubungi via telepon kemarin.

Sebelumnya Jumat (28/6), FRDB menggelar hearing dengan Komisi Dinas PUPRPKP bersama Komisi III DPRD Kota Banjar. Dalam dengar pendapat itu, FRDB mempertanyakan rencana awal pembangunan tiga proyek di antaranya Situ Leutik, BCH dan Jembatan Dobo II. (cep)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.