HMI Pertanyakan Penanganan Korupsi di Ciamis, Begini Kata Kejaksaan

183
0
Loading...

CIAMIS –  Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Ciamis mempertanyakan kinerja Kejaksaan Negeri (Kejari) Ciamis dalam menangani kasus korupsi.

Diantaranya, kasus FingerPrint (mesin sidik jari), Retribusi Situ Lengkong Panjalu,  Revitalisasi Alun-Alun Ciamis dan pembangunan Balai Benih Ikan (BBI) Ciamis.

Wakil Sekretaris Bidang Partisipasi Pembangunan Daerah HMI Cabang Ciamis, Aos Firdaus memyatakan bahwa HMI akan terus mengawal setiap bulanya mengenai kasus-kasus korupsi yang ditangani Kejaksaan Negeri (Kejari) Ciamis.

“Sebelumnya, kami dapat informasi bahwa untuk kasus fingerprint sedang tahapan proses pemanggilan saksi. Untuk BBI, Alun-alun dan retribusi panjalu menunggu hasil pemeriksaan dari BPKP. Namun sampai saat ini kami belum mengetahui hasil dari pemanggilan saksi dan hasil audit BPKP, itu,”  tegasnya.

Baca Juga : Di Cimaragas Ciamis, Wanita Pengendara Beat Tewas akibat Tabrakan dengan RX King

Makanya, kata dia, HMI  menuntut agar segera diselesaikan karena kasus ini sudah sangat lama diproses oleh Kejari Ciamis, tapi sampai tahun 2020 pun belum juga kelar.

“Ada apa di dalam tubuh Kejari Ciamis. Mau sampai berapa saksi yang akan di periksa oleh kejaksaan terkait kasus finger print  dan mau sampai kapan menunggu hasil dari audit BPKP.,” tukasnya.

“Kami akan turun ke jalan kembali (unjuk rasa, red) jika kasus-kasus korupsi ini tidak kunjung selesai,” ancamnya.

Baca Juga : Hujan Angin, Pohon Aren Roboh Hancurkan Rumah Warga Sadananya Ciamis
Loading...

Oos  menegaskan, babwa HMI tidak mau adanya kasus yang dipeti-eskan di Ciamis.

Sebab, semua harus mendapatkan kejelasan hukum dan masyarakat juga berhak tahu setiap perkembanganya.

Ditemui terpisah, Kasi Intel Kejaksaan Negeri Ciamis, Femi Nasution Albartianyah menjelaskan, bahwa untuk priode Januari 2019  dengan Desember 2019 khususnya Kejaksaan Ciamis, sedang memproses kasus tidak pidana korupsi.

Diantaranya, kasus  fingerprint (mesin sidik jari) , KPU Pangandaran, retrebusi Situ Lengkong Panjalu  dan Balai Benih Ikan (BBI) Ciamis.

Dari semua kasus itu, kasus fingerprint dan Retrebusi Situ Panjalu sudah tahap penyidikan .

Baca Juga : Untuk Tanggap Bencana, Pemkab Ciamis Siapkan Dana Rp10 M

“Untuk kasus KPUD, sudah pada tahap persidangan dan bisa selesai, mungkin tahun ini, ” ujar Femi di ruanganya.

Femi menambahkan, untuk perkara Alun-Alun Ciamis, setelah dilakukan pemeriksaan oleh BKP, ternyata ada temuan sebesar Rp138 juta .

Pihak kejaksaan sebagai bagian dari TP4D memerintahkan pihak dinas, dalam jangka 60 hari untuk segera mengembalikan temuan dari BPK tersebut.

“Alhamdullah pihak dinas beritikad baik dan koperatif. Mereka mengembalikan seluruhnya temuan BPK itu Rp138 juta. Tentu dengan dibuktikan setor ke kas negara,” terangnya.

Tambah Femi, mengenai Balai Benih Ikan Ciamis untuk tahun anggaran 2018, pihaknya masij melakukan Puldata, Pul baket.

“Sebelum menindak lanjuti suatu data atau laporan itu ketahap penyelidikan , kami  mencari datanya apakah benar atau tidak. Pada saat melakukan pul baket dan pul data, pihaknya undang pihak dinas, pelaksana, BPK untuk dilakukan wawancara,” tuturnya.

Ternyata  setelah melakukan pul data dan pul baket itu sudah ada temuan BPK Rp32  juta.

“Dari jumlah uang itu, mereka telah mengembalikan semuanya 100 persen , sebelum jangka waktu 60 hari.Jadi saat kami melakukan wawancara dengan BBI juga masih dalam masa pemeliharaan, ” terangnya.

Sedangkan,  untuk perkara Alun-Alun dan BBI Ciamis Kejaksaan tidak menangani kasus tersebut, karena dari segi temuan BPK juga sudah dikembalikan secara keseluruhan.

Mengenai pengembalian uang sebelum 60 hari, juga diatur dalam ketentuan pengembalian BPK didalam Undang-Undang No 2 tahun 2010 tentang peraturan BPK, pasal 3 ayat 3.

“Nah disebutkan waktu paling lama 60 hari dari temuan BPK itu harus dikembalikan. Misalkan  jangka waktu lebih 60 hari tidak dikembalikan itu baru bisa ditindaklanjuti, ” tuntasnya.

(iman sr)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.