Honor TPL di Pangandaran Masih di Bawah Minimum

48
0
Saiful Hanan Kepala Bidang Pengendalian Penduduk Dinas Keluarga Berencana Perlindungan Perempuan dan Anak Kabupaten Pangandaran
Saiful Hanan Kepala Bidang Pengendalian Penduduk Dinas Keluarga Berencana Perlindungan Perempuan dan Anak Kabupaten Pangandaran

PANGANDARAN – Dinas Keluarga Berencana Perlindungan Perempuan dan Anak Kabupaten Pangandaran berharap honorarium Tenaga Penggerak Lapangan (TPL) bisa menyamai upah minimum kabupaten.

Kepala Bidang Pengendalian Penduduk Dinas Keluarga Berencana Perlindungan Perempuan dan Anak Kabupaten Pangandaran Saiful Hanan mengatakan saat ini jumlah honor tenaga penggerak di lapangan mencapai Rp 1,5 juta.

“Untuk yang Rp 1 juta itu dari provinsi, sementara dari anggaran Pemkab sebesar Rp 500 ribu,” ungkapnya kepada Radar saat ditemui di ruangannya, Kamis (16/7/2020).

Menurut dia, tenaga penggerak lapangan berhak mendapatkan tambahan honor lagi, hingga menyamai upah minimum kabupaten Pangandaran.

“UMK Pangandaran sendiri sudah mencapai Rp 1,8 juta, mereka juga layak mendapatkannya,” usulnya.

Baca juga : Pilbup Pangandaran, Koalisi PBB Rangkul Partai Non Parlemen

Loading...

Saat ini jumlah tenaga penggerak lapangan mencapai 54 orang. Mereka tersebar di 10 kecamatan dan 93 desa. “Itu masih kurang. Karena 1 tenaga penggerak ada yang menangani 3 desa. Jadi belum ideal,” jelasnya.

Padahal idealnya, satu penggerak membawahi satu desa. “Makanya ini bisa jadi pertimbangan untuk menambah honor pada mereka itu,” ungkapnya.

Sejauh ini, belum lagi ada penambahan tenaga penggerak lapangan, untuk memberikan bimbingan KB kepada masyarakat.

“Sejak berpisah dari Ciamis, belum ada lagi rekrutmen,” kata dia.

Ia berharap keinginannya agar para tenaga penggerak lapangan mendapatkan upah sesuai UMK, bisa didengar dan kesejahteraan para tenaga penggerak bisa terdongkrak.

“Saya harap ini bisa terkabul, sehingga se­mangat mereka untuk mengabdi kepa­da masyarakat bisa lebih maksimal,” harapnya.

Kepala Dinas Keluarga Berencana Perlindungan Perempuan dan Anak Heri Gustari mengatakan peran para tenaga penggerak lapangan ini sangatlah vital. “Mereka yang sering bertemu dan kontak langsung dengan masyarakat,” jelasnya. (den)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.