Honorer Berjuang Jadi PNS

293
0

CIAMIS – Perjuangan honorer menjadi pegawai negeri sipil (PNS) tak pernah padam. Mereka berharap pemerintah bisa menjadikan mereka sebagai abdi negara.

Ketua Paguyuban Honorer Kate­gori2 (K2) Kabupaten Ciamis Any Radiani mengaku terus berjuang ber­sama ratusan teman-teman honorer kategori dua (K2) dari berbagai instansi, termasuk tenaga guru supaya diangkat menjadi PNS.

Menurutnya, perjuangannya menuntut pemerintah menjadikan mereka PNS tak pernah patah. Meskipun, diakuinya, sudah banyak rekan-rekan honorer yang kini sudah meninggal.

“Harapan (honorer, Red) oleh pemerintah baik daerah atau pusat kami semua lebih dihargai dan diperhatikan,” terang Any kepada Radar Jumat (6/12) siang.

Selama ini, dia dan teman-teman honorer lainnya, tidak berhenti meminta dukungan dari berbagai pihak. Namun memang belum semua honorer K2 diangkat menjadi PNS.

Dia berharap saat sekarang Kabupaten Ciamis kekurangan guru, karena banyak tenaga pendidik yang pensiun, pemerintah bisa mengangkat honorer menjadi PNS. Terlebih selama ini, honorer berperan besar membantu pemerintah menjalankan roda pemerintahan. Namun pendapatan mereka tak sebanding dengan apa yang honorer berikan.

“Jadi tidak sedikit banyak honorer yang mencari bisnisan di luar guna menghidupi kesehariannya, karena bila mengandalkan pendapatan dari SKPD masing-masing, tidak akan cukup, “ ucapnya.

Menurut Any, jasa honorer bagi pemerintah sangat luar biasa. Misalnya guru. Mereka pergi pagi dan pulang sampai sore untuk mengajar. Maka, dia sependapat dengan Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Ciamis H Nurjamil Ali Sahbana bila mereka melakukan mogok tidak mengajar saja, otomatis pemerintah akan kewalahan karena tenaga pengajar di sekolah-sekolah kebanyakan para honorer.

“Harapan kami perhatikan, karena mereka (honorer, Red) sangat berjasa di dunia pendidikan,” harapnya.

Tak hanya di dunia pendidikan, honorer juga berperan besar di bidang lainnya. Misal operator alat berat. Mereka bekerja membantu pembangunan infrastruktur Ciamis. “Jasa mereka juga luar bisa, tentunya mereka harus ada perhatian,” ujarnya.

Dia bersyukur sudah beberapa kali ada pertemuan antara honorer K2 dengan bupati dan pejabat lain. Berkat pertemuan itu, ada perhatian dari bupati untuk membantu semua perjuangan honorer K2.

“Alhamdulillah untuk tahun 2020 ada kenaikan honor dari Rp Rp 300.000 per bulan per orang. Sekarang naik jadi Rp 400.000 per bulan. Saya sangat terima kasih kepada bupati atas kebaikannya, bahkan pemerintah juga lagi cari solusi untuk peningkatan yang baik ke depannya,” paparnya.

Honorer SDN 2 Maleber Kabupaten Ciamis Nunung Suryati (45) bersyukur atas kenaikan honor tahun 2020 dari Bupati Ciamis.

“Tentunya kami merasa diper­hati­kan. Semoga tiap tahun alami kenaikan, karena tidak mung­kin lagi kami akan jadi PNS mengingat terbentur umur, terkecuali ada kebaikan dari pemerintah mengangkat kami PNS,” tandasnya.

Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Ciamis H Nurjamil Ali Sahbana, sebelumnya, menilai persoalan tenaga pendidik di Kabupaten Ciamis menjadi dilema, karena selalu kekurangan. Setiap tahun banyak yang pensiun. Untuk itu, pemerintah harus memperhatikan nasib guru honorer.

“Kalau memang pemerintah tidak bisa mengangkat PNS dengan keterbatasan kuotanya, paling tidak memberikan SK para honor. Kalau ada SK honor setidaknya mereka bisa sertifikasi. Berarti para honorer bisa tertolong kesejahteraannya,” ujarnya kepada Radar, Kamis (5/12) siang.

Mengapa pemerintah harus menyejahterakan honorer? Karena, jika semua honorer sampai berdemo besar-besaran. Mogok tidak mengajar. Itu bisa dipastikan ”Ciamis celaka.” Karena mereka tidak mengajar otomatis kegiatan belajar mengajar akan keteteran. Bahkan cenderung vakum. Terlebih saat ini tenaga pendidik honorer, kata dia, lebih banyak dari PNS.

Para honorer itu mengajar di tingkat TK, RA dan PAUD. Jumlahnya mencapai 12.000-an. Belum lagi honorer di MI, SD, tsanawiyah dan SMP.

“Saya sangat prihatin kepada mereka. Karena saya tahu betul ada honorer guru yang gajinya selama enam bulan itu hanya Rp 300.000. Artinya sebulan Rp 50.000,” ujarnya.

Dia sangat berharap pemerintah memperhatikan nasib honorer, terutama guru-guru yang jumlahnya banyak. Mereka bekerjanya ful di sekolah. Mereka jelas mengabdi. Luar bisa. Pengalaman mengajarnya juga bagus.

“Setidaknya mereka diberikan penghargaan atau kesejahteraan yang layak,” harapnya. (isr)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.