Siapa Calon bupati Tasikmalaya pilihan anda?
18%

82%

Honorer Daerah Siapkan Gerakan

1214
0
SATUKAN PERSEPSI. Perwakilan Honorer dari berbagai daerah se-Jawa Barat berkumpul di TK Negeri Pembina Kecamatan Cihideung Kota Tasikmalaya Minggu (15/9). Rangga Jatnika/ Radar Tasikmalaya

TASIK – Perwakilan Honorer dari berbagai daerah se-Jawa Barat berkumpul di TK Negeri Pembina Kecamatan Cihideung Kota Tasikmalaya Minggu (15/9). Mereka membahas dan berdiskusi terkait kebijakan penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang dinilai belum adil.

Diskusi tersebut dipimpin langsung Ketua Umum Aliansi Honorer Nasional (AHN) R Edi Kurniadi SPd alias Bhimma. Dia menampung berbagai keluhan dari honorer yang keseluruhan menginginkan pengangkatan CPNS.

Bhimma mengatakan diskusi tersebut berkaitan dengan rencana audiensi ke Kemenpan-RB yang akan dilakukan dalam waktu dekat ini. Tetapi, pihaknya ingin terlebih dahulu menyerap aspirasi dari honorer di masing-masing daerah. “Kami akan melakukan audiensi menyikapi kebijakan pemerintah yang baru terkait CPNS,” ungkapnya kepada Radar.

Kebijakan yang dimaksud yakni Keppres Nomor 17 Tahun 2019 yang didalamnya membahas soal aturan batasan usia. Dikatakannya, bahwa pelamar CPNS di atas usia 35 tahun diperbolehkan untuk pelamar pada jabatan dokter, dokter gigi, dokter pendidik klinis, dosen, peneliti dan perekayasa dengan kriteria dokter/dokter gigi spesialis atau doktor (S3).

Menurut Bhimma, pemerintah harus bersikap adil karena semua honorer K2 sudah mengabdikan diri secara maksimal, bahkan bekerja lebih baik dari pada PNS. Maka dari itu, pihaknya meminta pengangkatan secara serempak baik menjadi PNS ataupun PPPK. “Satu diangkat, semua harus diangkat supaya tidak ada kecemburuan sosial,” tutur tenaga pendidik dari Cianjur itu.

Namun demikian, tantangan yang harus dihadapi adalah kekompakan dari para honorer itu sendiri. Dari beberapa kasus yang terjadi, honorer K2 yang diangkat CPNS seolah melupakan rekan-rekan seperjuangannya. “Itu lah kendala besar bagi kami, makanya saya ingin memperkuat kekompakan,” paparnya.

Selain itu, pihaknya sedang berupaya menyelamatkan data para honorer yang dinilai belum valid sepenuhnya. Karena, dia mendapat informasi adanya wacana peleburan data honorer oleh pemerintah. “Jadi yang sudah puluhan tahun bekerja dan yang masih baru pun dianggap sama, ini kan bahaya,” tuturnya.

Data terakhir yang dikantongi, jumlah honorer K2 seluruh Indonesia yakni sebanyak 439.596 pada Tahun 2013. Menurutnya, saat ini datanya sudah berkurang dari jumlah tersebut. “Karena ada yang kemarin diangkat, ada yang masuk PPPK ditambah dengan yang meninggal, makanya kami perlu data terkini,” ujarnya.

Koordinator Honorer K2 Kota Tasikmalaya Asep Dian berharap apa yang menjadi harapan para honorer bisa terwujud. Pengangkatan CPNS menurutnya layak dilakukan sebagai bentuk penghargaan kinerja para honorer K2. “Kami (honorer, Red) sudah bekerja bukan setahun dua tahun, tapi ada yang sampai puluhan tahun,” imbuhnya. (rga)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.