Siapa Calon bupati Tasikmalaya pilihan anda?
17%

83%

Honorer Sasaran Penipu CPNS, Warga Tasik Pernah Jadi Korban

46
0

Fenomena penipuan CPNS dalam proses perekrutan juga pernah terjadi di Kota Tasikmalaya.

Seperti yang dialami BN (29), warga Kecamatan Indihiang Kota Tasikmalaya. Dia yang memiliki adik ipar berinisial RT (27) dan kakak ipar DK (33) harus tertipu orang yang tak bertanggung jawab. Karena ingin menjadikan kedua iparnya sebagai abdi negara.

Peristiwa itu terjadi tahun 2016 lalu, saat RT dan DK ingin bekerja di sebuah pabrik. Tetapi tiba-tiba datang seorang tetangga, yang berstatus ibu rumah tangga bernama N (40) menawarkan jasa bisa meloloskan menjadi PNS.

Dengan alasan RT dan DK merupakan lulusan S-1 di perguruan tinggi Kota Tasikmalaya. Pelaku menyarankan RT dan DK menjadi PNS.

Apalagi, pelaku mengaku memiliki kenalan di Sekretariat Negara, DPR RI dan pejabat-pejabat yang bisa membantu meloloskan dalam perekrutan CPNS. “Katanya (pelaku, Red) sayang kalau sarjana harus kerja di pabrik, mending jadi PNS saja. Dia bisa bantu,” kata BN.

Singkat cerita, keluarga RT dan DK terbuai. Mereka tertarik dan mempercayakan proses menjadi PNS kepada N. Pelaku pun meminta sejumlah uang untuk kelancaran prosesnya.

Hal itu dilakukan secara bertahap dengan jumlah bervariasi selama kurang lebih satu tahun. “Ada yang ratusan ribu, jutaan ada yang sampai puluhan juta,” ujar BN menceritakan.

BN mengaku sempat curiga atas gelagat tak beres dengan pelaku, sebab pelaku sama sekali tidak meminta berkas untuk keperluan pendaftaran. Kecurigaan bertambah ketika dibukanya rekrutmen CPNS tahun 2018, dimana nama adik dan kakak iparnya tidak terdaftar sebagai peserta. “Alasan pelaku katanya bisa diwakilkan, kan enggak logis,” tuturnya.

Menurut BN, kerugian yang dialami keluarganya mencapai Rp 450 juta. Akan tetapi sampai saat ini RT dan DK masih menjadi pengangguran. Pelaku pun seolah enggan bertanggungjawab atas kerugian yang dialami keluarganya. “Nyeseknya, ada uang saya di situ,” ungkap dia.

Keluarga BN sudah melaporkan dugaan penipuan perekrutan CPNS itu ke Polres Tasikmalaya Kota bulan April 2019. Selanjutnya, dia menyerahkan kepada kepolisian untuk memproses pelaku. “Tapi belum ada kabar tindak lanjutnya,” ucap dia.

Hal sama menimpa satu keluarga di Sambong Pari Kecamatan Mangkubumi Kota Tasikmalaya, dimana salah seorang warga berinisial N (60) menjadi korban ketika mendaftarkan anaknya dalam tes CPNS tahun 2014.

Pelakunya merupakan salah satu oknum PNS di lingkungan Pemerintah Kota Tasikmalaya berinisial Y. Modusnya, dengan menawarkan bantuan untuk bisa memastikan anak N diterima sebagai PNS. Dalam kasus ini, Y meminta sejumlah uang kepada N secara berkala. Totalnya mencapai Rp 75 juta.

Namun, hal itu tampaknya hanya tipu daya belaka. Anak N tak kunjung ditetapkan sebagai PNS. Merasa jadi korban penipuan, N melaporkan kasus tersebut ke Polsek Mangkubumi pada November 2018.

Kapolsek Mangkubumi Ipda Agus Fredi mengakui tengah menangani kasus tersebut. Pelaku, kata dia, sudah diproses secara hukum dan saat ini kasusnya dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Kota Tasikmalaya. “Sudah P21 dan dilimpahkan ke Kejaksaan,” katanya saat dikonfirmasi, Minggu (27/7). (rga)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.