Siapa Calon bupati Tasikmalaya pilihan anda?
16%

84%

Menunggu Hasil Pertemuan dengan Anggota DPR RI

Honorer Siap Demo Besar-besaran atau jadi Warga Biasa

193
0
Asep Wardiawan Koordinator Daerah Perkumpulan Honorer Kategori Dua Indonesia Kabupaten Ciamis

CIAMIS – Rencana Pemkab Ciamis merekrut calon pegawai negeri sipil (CPNS) baru mendapatkan respons dari kelompok honorer. Mereka mengapresiasi sekaligus mengkritisi. Apalagi, nasib mereka sampai saat ini belum jelas. Di Ciamis, masih ada 980 honorer kategori dua (K2) yang belum diangkat menjadi CPNS atau pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (P3K).

Jika, pemerintah nantinya tidak berpihak kepada mereka, maka honorer K2 akan balik arah. Mereka siap menggelar demonstrasi besar-besaran atau kembali ke masyarakat menjadi warga dan tak lagi menjadi honorer.

Koordinator Daerah Perkumpulan Honorer Kategori Dua Indonesia (PHK2I) Kabupaten Ciamis Asep Wardiawan menyambut baik pengajuan perekrutan CPNS dari Pemkab Ciamis ke pemerintah pusat. Namun, jumlah usulan 600 CPNS, kata dia, tidak berpihak kepada nasib honorer, karena saat ini honorer K2 sekitar 980 lagi. Jadi, jika mereka harus mengikuti tes menjadi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (P3K) dan CPNS, maka banyak di antara honorer tidak bisa mengikutinya. Penyebabnya adalah usia honorer yang kebanyakan sudah di atas 35 tahun, sebagai syarat maksimal mengikuti tes. Bahkan honorer sudah ada yang berusia 56 tahun.

“Paling yang mudanya yang bisa ikut (tes), paling hanya 20 persenan. Artinya banyak yang tua terbentur sarat umur. Jelas itu (rencana perekrutan CPNS dan P3K, Red) masih tetap tidak berpihak ke honorer K2 saat ini, “ ujar Asep kepada Radar Kamis (15/8) siang.

Bulan depan, tepatnya 5-6 September 2019, kata Asep, honorer K2 akan bertemu dengan anggota DPR RI di Jakarta. Mereka akan membahas soal nasib ke depan honorer K2. Jika, dari pertemuan tersebut masih saja tidak ada keberpihakan dari pemerintah kepada honorer K2, maka, kata Asep, dia dan kawan-kawan akan berbalik arah menjadi rakyat kembali dan tidak akan menjadi tenaga honorer lagi. “Bahkan kita juga akan melakukan aksi besar-besaran juga ke Jakarta kembali,” ujar Asep.

Asep juga menganggap bahwa di momen Hari Hadi Kemerdekaan RI ke-74 ini, honorer sampai saat ini belum 100 persen merdeka. Masih banyak yang belum diangkat menjadi PNS. Padahal, mereka telah mengabdi sudah 15 tahun lebih. Justru saat ini malah membuka perekrutan CPNS dari tenaga baru. “Makanya untuk pendapat saya, kalau ini terjadi (perekrutan CPNS, Red) dibuka bahwa rakyat Indonesia belum merdeka, karena merdekanya itu hanya negaranya saja, namun rakyatnya (honorer, Red) belum merdeka,” jelasnya.

Untuk itu, pihaknya meminta kepada pemerintah pusat untuk tidak membuka perekrutan CPNS dari umum. Lebih baik, kata dia, pemerintah membereskan dulu honorer K2. Terlebih, kata dia, sudah ada regulasi bahwa pemerintah merekrut honorer K2.

Ketua Umum DPP Komunitas Tenaga Sukwan Indonesia (KTSI ) Endin Sahrudin SPd berharap Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) dan Pemkab Ciamis memprioritaskan mengangkat honorer K2 menjadi PNS. “Harapan KTSI, baik pemerintah pusat atau daerah konsekuen dengan komitmennya untuk memprioritaskan honorer K2,” ujarnya.

Endin mengaku kasihan dengan nasib honorer K2 saat ini. Mereka banyak yang tidak terakomodir menjadi P3K karena terbentur usia, apalagi masuk CPNS. “Apalagi kan janji Kemenpan RB akan mengangkat 110.000 per tahun sampai tahun 2024 bahkan akan memprioritaskan honorer,” kata dia.

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Ciamis tahun ini mengusulkan kepada pemerintah pusat untuk merekrut 600 calon pegawai negeri sipil (CPNS). Sampai Rabu (14/8), mereka masih menunggu keputusan dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB). (isr)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.