Sebagian Sudah Mogok, Lainnya Akan Menyusul

Honorer Siap Kepung Pemkab

4
DISKUSI. Fagar Sukwan melakukan pertemuan dengan PGRI Kabupaten Garut Jumat (14/9). Mereka membahas rencana aksi besar-besaran ke kantor pemkab dan DPRD. (Yana Taryana / radartasikmalaya.com)

Siapa Presiden Pilihan Mu ?

GARUT KOTA – Ribuan guru honorer di Kabupaten Garut akan melakukan unjuk rasa besar-besaran Senin (17/9).

Dalam aksi tersebut, ada lima poin tuntutan yang nanti akan diajukan kepada Pemerintah Kabupaten Garut dan DPRD Kabupaten Garut.

“Aksi nanti itu temanya jihad guru. Ada lima tuntutan yang akan kami utarakan nanti pada aksi,” terang Ketua Forum Alinsi Guru dan Karyawan Sukarelawan (Fagar Sukwan) Cecep Kurniadi kepada wartawam usai pertemuan dengan PGRI Kabupaten Garut Jumat (14/9).

Menurut dia, beberapa tuntutan yang akan dilakukam yakni meminta Bupati Garut H Rudy Gunawan untuk mencopot jabatan plt kepala Dinas Pendidikan dan diganti dengan yang definitif.

Selain itu pihaknya juga meminta pemerintah kabupaten menerbitkan SK penugasan untuk para honorer.

“Kami juga mendesak kepada Pemda Garut untuk mengajukam kepada pemerintah pusat terkait revisi Undang-Undang ASN,” terangnya.

Cecep menerangkan aksi itu akan mendapatkan dukungan dari Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Garut. Sehingga aksi tersebut bukan hanya diikuti guru honorer, tapi guru PNS.

“Sekarang jumlah guru honorer di Garut ini ada 14 ribuan ditambah dengan yang PNS. Jadi nanti yang akan datang saat aksi itu ada sekitar 15 ribu orang,” terangnya.

Dalam rencana aksi ini, kata dia, pihaknya sudah melakukan persiapan dengan menentukan titik kumpul untuk massa yang akan ikut aksi dalam jihad guru ini.

Selain melakukan aksi, kata dia, bentuk protes para guru honorer kepada pemerintah saat ini sudah dilakukan dengan menggelar mogok mengajar.

“Sekarang sudah mulai guru honorer mogok mengajar. Ada lima kecamatan yang sudah mulai, yakni Limbangan, Wanaraja, Sucinaraja, Sucinaraja dan Malangbong,” terangnya.

Bukan hanya di lima kecamatan ini saja, kata dia, aksi mogok mengajar para guru honorer juga direncanakan di semua kecamatan di Kabupaten Garut.

“Tadi sudah ada dukungan dari PGRI. Rencana aksi mogok mengajar ini akan dilakukan dari mulai besok (hari ini) sampai batas waktu yang belum ditentukan,” terangnya.

Cecep menerangkan aksi mogok mengajar ini sengaja dilakukan untuk menunjukkan kepada pemerintah bahwa keberadaan guru honorer ini sangat berpengaruh terhadap dunia pendidikan, khususnya di Kabupaten Garut.

“Lihat saja bagaimana kalau guru-guru honorer tidak masuk kerja,” terangnya.

Ketua PGRI Kabupaten Garut Mahdar Suhendar mengatakan dari hasil pertemuan antara PGRI dan Fagar Sukwan ini, pihaknya mendorong para guru honorer melakukan aksi kepada pemerintah untuk memperjuangkan nasibnya.

“Kami hanya bisa mengimbau dalam aksi tersebut tidak anarkis dan berbuat melawan hukum. Sampaikan keluhan kepada pemerintah sesuai aturan yang berlaku,” terangnya. (yna)

CALEG KITA

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.