Honorer Tolak Jadi Alat Politik

44
0
SUARAKAN ASPIRASI. Para honorer melakukan aksi damai di depan Setda Pangandaran beberapa waktu lalu. Deni Nurdiansah / Radar Tasikmalaya
Loading...

PANGANDARAN – Para honorer dan sukarelawan (sukwan) memiliki harapan bagi calon pemimpin Pangandaran di Pilkada 2020. Salah satunya pemimpin ke depan mampu meningkatkan kesejahteraan mereka.

“Kita tidak ingin dijadikan sebagai komoditas politik be­laka. Maka kita akan tolak apabila pemimpin ke depan memanfaatkan honorer dan sukwan,” kata Ketua Komunitas Tenga Sukwan Indonesia (KTSI) Kabupaten Pangandaran Nurhidayat kepada Radar, Minggu (7/7).

Menurutnya, siapapun yang akan menjadi Bupati Pangan­daran kelak, harus ada keberpihakan kepada honorer. ”Jangan hanya dijadikan alat untuk mencalonkan diri saja, jangan mengumbar janji,” terang dia.

Ia menginginkan figur pemimpin ke depan betul-betul memperhatian nasib semua golongan honorer, tanpa menganaktirikan siapapun. ”Mau itu K2 atau bukan K2 semuanya harus diprioritaskan, jangan sampai ada kecemburan,” papar dia.

Apalagi, kata dia, ada pendikotomian antara honorer hanya karena masalah dukung mendukung. ”Misalkan sudah jadi, karena si honorer tidak mendukung, tiba-tiba diberlakukan tidak adil, “ tutur Nurhidayat.

Sikap seperti itu, tambah dia, hanya dimiliki seorang pemimpin yang bersifat oportunis, yaitu mengambil keuntungan dalam situasi tertentu. ”Jangan sampai ada calon pemimpin seperti itu,” tuturnya.

Dia berharap semua honorer dan sukwan di Kabupaten Pangandaran terjamin kesejahteraannya dan tidak terganjal masalah usia. “Mudah-mudahan segala urusan semua honorer bisa dipermudah,” harapnya.

Loading...

Senada dengan Nurhidayat, salah seorang honorer yang enggan di korankan berharap adanya perhatian lebih besar kepada honorer.(den)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.