Honrer K2 Direncanakan Mogok Bekerja

15
AKSI – Honorer K2 aksi di depan UPTD Pamarican Kabupaten Ciamis, melakukan aksi tolak CPNS dan akan mogok kerja. ISTIMEWA

CIAMIS – Menanggapi akan dilaksanakan tes CPNS oleh pemerintah yang dinilai tidak mengakomodir para honorer, sejumlah guru honorer di berbagai daerah melakukan aksi unjuk rasa.

Seperti yang dilakukan para honorer di Kecamatan Tambaksari, Lakbok, Rancah dan Kecamatan Cipaku Kabupaten Ciamis.

Bahkan di Kecamatan Pamarican selain mogok, sebanyak 400 honorer gelar aksi dan doa bersama di depan UPTD Kecamatan Pamarican, Selasa (18/9) siang.

Dibenarkan Ketua Paguyuban Honorer Kategori 2 (K2) Kabupaten Ciamis, Any Radiani bahwa honorer K2 dari berbagai intansi atau guru –guru akan menggelar aksi mogok bekerja, hari ini Rabu (19/9) pagi.

Bahkan, kata dia, pihaknya mendapat laporan sudah ada yang mogok kerja hari ini (Selasa) hingga sore. Yakni, Kecamatan Tambaksari, Lakbok, Rancah dan Kecamatan Cipaku.

Seluruh honorer di semua kecamatan di Ciamis, lanjut dia, akan mogok bekerja, jika memang pemerintah tidak ada keberpihakan kepada honorer K2 yang secara usia sudah pada tua.

“Ikut tes CPNS juga tidak bisa. Kami mengabdi bertahun-tahun sama sekali tidak dihargai oleh pemerintah. Padahal kami sudah mengabdi selama 25 tahun,“ ucap Ani.

Ditambahkan Hartati SPdi, honorer di SDN 2 Baregbeg Kecamatan Lakbok Kabupaten Ciamis mengaku, pihaknya sepakat bersama 200 honorer lain yang semuanya tenaga pengajar, akan mogok mengajar, hingga waktu yang tak ditentukan sampai adanya kebijakan pemerintah yang peduli pada honorer.

“Mulai Rabu (19/9) pagi kami tak akan mengajar, karena kami dipandang sebelah mata oleh pemerintah. Saya mengabdi sudah 15 tahun masa tidak ada penghargan. Sementara honorer yang muda baru masuk bisa langsung tes. Jelas tidak adil, “ ungkap ibu anak dua itu.

Hartati mengaku selaku beryukur meski honor yang didapat selama mengabdi 15 tahun itu hanya Rp 300 per bulan.

Dengan adanya pembatasan usia pada tes CPNS, pihaknya merasa dihianati pemerintah. Bahkan pemerintah ingkar janji, dalam penuntasan tenaga honorer.

”Kami merasa didolimi oleh pemerintah, makanya aksi ini sebagai ekspresi kekecewaan kami,” tandasnya.

Ditambahkan Koordinator aksi Tohir Basuni, pihaknya menggelar aksi doa bersama 400 orang honorer. Terdiri dari tenaga guru TK, SD, SMP, SMA, dan SMK se-Kecamatan Pamarican.

“Kami akan mogok kerja hari Rabu (19/9/2018) hingga waktu yang tak bisa ditentukan. hari ini (Selasa 18/9) kami memilih do’a bersama agar Allah SWT membukakan pintu hati para pemimpin bangsa ini agar memberikan penghargaan, pengakuan, kesejahteraan yang layak dan mengangkat kami semua menjadi PNS, tanpa melalui tes,” tegasnya.

Ditambahkan Kepala UPTD Pendidikan Kecamatan Pamarican Wawan Heryawan Noer SPd MM dengan aksi para honorer tentunya pihaknya akan sampaikan aspirasinya, secara tertulis.

“Saya kira jika aksi mogok kerja dan mengajar sampai terjadi, mau bagaimana nasibnya dunia pendidikan di wilayah Kecamatan Pamarican nantinya,” pungkasnya. (isr)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.