HOREE.. Objek Wisata di Garut Tetap Dibuka, Prokes Diperketat

54
0
H Rudy Gunawan Bupati Garut
Loading...

GARUT KOTA – Pemerintah Kabupaten Garut mengeluarkan surat edaran tentang pelarangan perayaan tahun baru 2021 dan pencegahan kerumunan massa.

Surat edaran bernomor 443.1/11816/KESRA itu dibuat sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid-19.

“Surat edaran ini kami buat untuk mengantisipasi adanya penularan Covid-19 di klaster wisata,” ujar Bupati Garut H Rudy Gunawan kepada wartawan, Selasa (22/12).

Rudy menerangkan, pada libur Natal dan Tahun Baru pihaknya membuka seluruh objek wisata. Pihaknya juga mengizinkan seluruh masyarakat dari berbagai daerah berwisata ke Kabupaten Garut.

Pemkab Garut juga tidak mewajibkan wisatawan yang datang untuk membawa surat keterangan negatif rapid test atau PCR. Namun wisatawan wajib mematuhi protokol kesehatan yang diterapkan di setiap tempat wisata.

Loading...

“Wisatawan boleh datang ke Garut, namun protokol kesehatan akan diperketat,” ujarnya.

Baca juga : Amankan Nataru, Polisi Garut Sebar Personel Hingga Operasi Miras

Dalam penerapan ketat protokol kesehatan, pihaknya sudah menginstruksikan jajarannya melakukan pengawasan di beberapa tempat vital. Pengelola objek wisata juga harus menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

“Nanti sejumlah dinas akan diminta melakukan pengawasan ke sejumlah tempat wisata, tempat perbelanjaan dan pusat keramaian lainnya,” ucapnya.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Garut Budi Gan Gan menyebutkan dalam surat edaran itu, terdapat sejumlah poin yang menjadi perhatian menjelang libur panjang Nataru.

Pertama, tidak boleh ada kegiatan yang sifatnya mengumpulkan massa. Kedua, pelaku usaha hotel dan usaha wisata wajib menaati protokol kesehatan (prokes) dengan ketat.

Ketiga, setiap pelaku usaha diminta taati SOP yang ada dalam SE tersebut. “Selanjutnya, setiap wisatawan yang masuk ke Garut wajib senantiasa memeriksakan kesehatannya. Kalau sakit jangan ke Garut lah. Saya minta dipastikan yang mau ke Garut dalam keadaan sehat,” katanya, kemarin.

Menurut Budi, semua objek wisata di Garut akan tetap beroperasi dengan penerapan prokes ketat selama libur Nataru. Namun, untuk memastikan wisatawan yang datang ke Kabupaten Garut dalam keadaan sehat, pemerintah setempat berencana menyediakan tempat uji cepat (rapid test) Covid-19 di lokasi wisata yang dianggap rawan.

Ia menjelaskan ketika ada wisatawan yang suhu tubuhnya di atas normal, petugas di lokasi wisata itu dapat langsung melakukan rapid test kepada wisatawan tersebut.

Mengenai aturan terkait kewajiban wisatawan menunjukkan bukti negatif Covid-19, dalam SE Bupati Garut disebutkan pemilik usaha mewajibkan pengunjung menunjukkan surat keterangan hasil negatif uji rapid test atau PCR yang masih berlaku.

Budi menjelaskan aturan itu berlaku untuk wisatawan yang berasal dari kota besar, seperti Jakarta. Sebab, ia menilai wisatawan dari Jakarta pasti membawa bukti negatif Covid-19 saat meninggalkan daerahnya.

“Kalau (wisatawan) dari sekitar Garut, kita lagi godok teknisnya. Nanti kita akan buat random. Soalnya kan banyak wisatawan yang akan datang, kalau kita sediakan kan lumayan juga,” paparnya. (yna)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.