Horor dari Back Four

199
0
BEREBUT BOLA. Bek Arsenal Shkodran Mustafi (kiri) berebut bola dengan bek Liverpool Dejan Lovren dalam laga tadi malam WIB di Emirates Stadium.

LONDON – Arsenal dan Liverpool kembali berpesta gol di Emirates. Bedanya, apabila musim lalu drama tujuh gol yang dimenangkan Liverpool 4-3, maka pada Sabtu dini hari kemarin WIB (23/12) menghadirkan enam gol dan kedua klub berimbang 3-3 (0-1). Bukan tentang kolaborasi Alexis Sanchez-Mesut Oezil, atau Fab Four milik The Reds.
Ini tentang horor yang ditunjukkan dari back four kedua klub. Arsenal dengan kuartetnya Hector Bellerin-Laurent Koscielny-Nacho Monreal-Ashley Maitland Niles dan kuartet di balik defense Liverpool dengan Joe Gomez-Dejan Lovren-Ragnar Klavan-Andy Robertson. Uniknya ini kali pertama komposisi itu diterapkan dalam laga melawan sesama enam besar.
Bahkan, ini baru kali pertama Arsene Wenger memainkan empat bek setelah sebelumnya dia selalu konfiden dengan tiga beknya saat melawan klub enam besar. ‘’Kami sudah kehilangan kepercayaan diri sebelum laga,’’ ungkap bek Arsenal Bellerin, dikutip Sky Sports. Beberapa kali Bellerin dan Monreal membuka celah di pertahanan Arsenal.
Mudahnya Roberto Firmino merusak kemenangan di depan mata Gooners di menit yang ke-71 jadi bukti masih ada celah di pertahanan klub asuhan Arsene Wenger itu. ‘’Beruntung saja kami tidak kalah, berikutnya kami harus bertahan lebih baik,’’ lanjut pemain yang di dalam laga sebelumnya lebih sering dimainkan sebagai wingback itu.
Terkait keputusan untuk mengubah back three jadi back four, Wenger mengaku bahwa di laga melawan Liverpool yang punya serangan menggila itu terlalu riskan bermain dengan back three. Hanya, dalam konferensi persnya, Wenger mengklaim bahwa dirinya lebih baik daripada meminta pemainnya melakukan parkir bus.
Itu seperti menyindir strategi Jose Mourinho ketika Manchester United menahan imbang Liverpool tanpa gol (14/10) dan di balik kekalahan Arsenal 1-3 di Emirates 2 Desember. ‘’Kami masih mampu bertahan dengan bagus, cuma memang kualitas mereka (Liverpool) menciptakan gol saja lebih baik dari kami,’’ tutur Wenger.
Uniknya, dua klub ini sama-sama kebobolan 23 gol dalam 19 pekan Premier League. Itu jumlah kebobolan terbanyak di antara kontestan enam besar besar Premier League lainnya. Gol kebobolan sebanyak itu pun termasuk kebobolan terbanyak di antara posisi enam besar top five league di Eropa.
The Reds dan Arsenal pun sama-sama sudah lima kali kebobolan lebih dari tiga gol pada semua ajang musim ini. ‘’Kami akui kami ceroboh,’’ sebut bek kiri Liverpool, Robertson, seperti dikutip dalam situs resmi klub. Roberton pun untuk kali pertama dimainkan sebagai starter saat melawan klub enam besar Premier League musim ini.
Juergen Klopp, pelatih Liverpool, menyebut Gomez dan kiper Simon Mignolet yang jadi biang kerok di balik kebobolan tiga gol ini. ‘’Kebobolan tiga gol dalam lima menit bisa menjadi indikasi bahwa kami punya persoalan individu dalam bertahan,’’ keluh Kloppo, dikutip London Evening Standard.
Menurut Klopp gol yang disarangkan Sanchez, Granit Xhaka, serta Oezil, tidak seharusnya terjadi. Terutama gol Xhaka yang menurut Klopp harusnya mampu ditepis Mignolet dengan tepisan dua tangannya. ‘’Dan untuk gol ketiga kami malah terlalu turun ke belakang. Gol-gol yang menembus gawang kami terjadi dengan begitu mudahnya,’’ tambah Klopp. (ren/tom/jpg)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.