Hujan, Angin Kencang, Pohon Tumbang

77

MANGKUBUMI – Hujan deras dan angin kencang melanda sejumlah wilayah di Kota Tasikmalaya, Jumat (7/12) sore. Akibatnya, beberapa pohon tumbang dan rumbah rusak.
Seperti yang terjadi di Jalan AH Nasution, tepatnya kampung Perbu Kelurahan/Kecamatan Mangkubumi. Sebuah pohon mahoni tumbang menimpa truk kontainer yang melintas.

Salah seorang warga, Asep Setiawan (29) mengatakan sekitar pukul 16.30 angin bertiup sangat kencang. Pohon berusia puluhan tahun itu pun roboh. Beruntung yang tertimpa itu mobil besar sehingga tidak menjatuhkan korban. “Kalau saja pengendara motor, mungkin sudah jadi korban,” ungkapnya kepada Radar.

Ada sekitar tiga pohon lagi di lokasi sama yang kondisinya sudah tua. Warga berharap pemerintah memangkasnya karena dikhawatirkan roboh ketika terjadi angin kencang. “Buktinya yang ini juga roboh, padahal ini pohon besar,” terangnya.

Pohon yang melintang di jalan membuat akses lalu lintas tertutup. Kemacetan pun terjadi baik dari arah Singaparna ke Linggajaya maupun sebaliknya. Sekitar pukul 17.30 kondisi lalu lintas kembali normal setelah BPBD dan warga mengevakuasi pohon tersebut.

Angin kencang yang merobohkan pepohonan juga terjadi di wilayah Cipawitra Kecamatan Mangkubumi. Seperti halnya rumah Asep Dian Nurdiansyah (35) di Kampung Gunung Reog Kidul. Rumahnya tertimpa pohon albasia yang roboh diterpa angin. “Banyak pohon yang robohnya, satu nimpa rumah saya,” tuturnya.

Atap rumahnya pun rusak dan membuat air hujan masuk ke dalam. Saat kejadian, Asep dan keluarganya sedang berada di dalam rumah. Mereka sempat kesulitan untuk keluar karena pintu tertutupi pohon. Saat ini dia dan keluarganya terpaksa mengungsi ke rumah kerabat. “Jadi pas mau ke luar motongin dulu dahan-dahan pohon karena enggak bisa langsung keluar,” ujarnya.

Manajer Pusdalops BPBD Kota Tasikmalaya Harisman mengatakan sampai pukul 21.30, tercatat ada 10 unit rumah yang rusak di Kelurahan Cipawitra, Karikil dan Mangkubumi. “Tapi kami masih melakukan pendataan, itu data sementara,” terangnya.

BPBD sudah menurunkan anggota untuk melakukan penanggulangan khususnya mengevakuasi pohon yang tumbang baik menutup jalan maupun menimpa rumah. Ada pun kendala yang didapat yakni pelaporan masyarakat yang tidak jelas. “Jadi alamatnya tidak lengkap, sehingga kita harus beberapa kali melakukan konfirmasi dan itu memperlambat penanganan,” tuturnya. (rga)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.