Hujan Deras & Angin Kencang Terjang 5 Kecamatan di Ciamis

60
0
ISTIMEWA. BENCANA ALAM. Lima kecamatan di Kabupaten Ciamis diterjang bencana yang disebabkan hujan deras. Akibat kejadian ini rumah dan bangunan sekolah ambruk serta lahan persawahan tertutup longsor dan terkena banjir bandang, Minggu (14/2/2021).
ISTIMEWA. BENCANA ALAM. Lima kecamatan di Kabupaten Ciamis diterjang bencana yang disebabkan hujan deras. Akibat kejadian ini rumah dan bangunan sekolah ambruk serta lahan persawahan tertutup longsor dan terkena banjir bandang, Minggu (14/2/2021).
Loading...

CIAMIS – Beberapa kecamatan di Kabupaten Ciamis terdampak bencana yang disebabkan hujan deras, mulai dari pergeseran tanah, banjir dan longsor. Hal itu diungkapkan Ketua Tagana Kabupaten Ciamis Ade Waluya kepada Radar, Minggu (14/2/2021).

Kata dia, kecamatan yang terkena dampak yakni Sukamantri, Panumbangan, Rancah, Purwadadi dan Panawangan. “Kami terus mendapatkan banyak laporan bencana di daerah. Dari beberapa kecamatan itu, Kecamatan Sukamantri paling banyak memberikan laporan bencana pergeseran tanah yang berdampak terhadap puluhan rumah warga,” ujarnya, menjelaskan.

Kata dia, di Sukamantri yang terdampak seperti jalan perbatasan Sukmantri dan Majalengka sempat tertimbun. Namun berkat gotong royong, Sabtu sudah bisa tertangani, yang terlibat TNI, Polri, BPBD, Tagana,  Pemadam Kebakaran dan masyarakat. “Saat itu alat berat juga datang dan akhirnya bisa cepat tertangani,” ujarnya.

Ade menambahkan, untuk kejadian lain seperti sekolah MTSN 11 Sukmantri ambruk. Memang dari awal pergerakan tanah bangunan pun retak dan sekarang sudah benar-benar ambruk. Selain itu banyak rumah yang terdampak juga akibat longsor, sedangkan jumlahnya mencapai puluhan dan masih dilakukan pendataan. “Kami masih terus melakukan pendataan untuk Kecamatan Sukamantri,” ujarnya, menjelaskan.

loading...

Kemudian, kata dia, untuk di kecamatan lain seperti Panumbangan,  Rancah, Purwadadi dan Panawanga yang terdampak sedikit. Mulai dari rumah ambruk dan ada yang terancam terbawa longsor.

“Sepereti di Kecamatan Panawangan kebanyakan pertanian sawah yang tertimbun longsor atau lahan pertanian dekat sungai yang terbawa arus sungai karena kena abrasi,” katanya.

Baca juga : Sukamantri Ciamis Diterjang Bencana, 6 Ruangan MTSN 11 Ambruk

Guru MTSN 11 Sukamantri, Engkos mengatakan bahwa bangunan sekolah ambruk. Sebelumnya, bangunan memang mulai retak beberapa minggu ke belakang. Namun, sekarang sudah benar-benar ambruk dan rata dengan tangan.

“Awalnya bagian ruang sekolah dua lokal itu juga ambruk, akibat guyuran hujan juga. Nah kejadian pada Jumat (12/2/2921) pukul 00.00 dini hari ambruk dan Sabtu (13/2/2021) malam ambruk lagi. Ambruknya beberapa ruangan ini karena adanya pergeseran tanah hingga retak dan amblas otomatis ambruk,” ujarnya.

Sementara itu, Raska (47), petani di Kecamatan Panawangan mengaku lahan pertanian ada tiga hektare diterjang longsor. Dari area perkebunan longsor hingga menimpa pertanian tiga hektare. Tepatnya lokasinya di Blok Datar Dusun Calingcing Desa Girilaya Kecamatan Panawangan.

“Kalau ditotalkan ada empat hektare persawahan yang terkena dampak, sekarang padi berusia dua mingguan semuanya habis. Karena lahan tidak  bisa digarap lagi,” ujarnya.

Kepala Dusun Cilimus Desa Indragiri Kecamatan Panawangan Ana Rusliana mengatakan, saat ini bencana yang melanda banjir bandang Sungai Handiwung di Kampung Cilimus. Akibat kejadian ini asekitar 20 hektare sawah terkena dampak.

“Kami sangat berharap segera ada penanganan, seperti pembuatan tanggul supaya tidak lagi terjadi bencana ini,” ujarnya. (isr)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.