Hujan, Pesawat Dua Kali Batal Landing di Bandara Wiriadinata

249
0
BANDARA. Suasana di Bandara Wiriadinata Tasikmalaya, Jumat (5/7). Di bandara ini dibutuhkan runway light untuk memudahkan pendaratan pesawat di musim hujan. RANGGA JATNIKA / RADAR TASIKMALAYA

CIBEUREUM – Hujan yang beberapa kali mengguyur sebagian wilayah Kota Tasikmalaya menghambat kelancaran transportasi udara. Sepanjang Juni 2019, pesawat sudah dua kali batal landing di Bandara Wiriadinata akibat awan tebal menghalangi pendaratan.

Kepala Bandara Wiriadinata Masrukhin menyebutkan, batalnya landing pesawat terjadi pada tanggal 14 dan 15 Juni. Padahal, saat itu penumpang terbilang penuh mengingat jelang akhir pekan. “Dua hari berturut-turut, Jumat dan Sabtu pesawat batal landing,” ujarnya kepada Radar, Jumat (5/7).

Pembatalan pendaratan itu lantaran hujan terjadi di sekitar bandara dan awan cukup tebal. Pandangan pilot ke landasan yang terhalang mengharuskan pesawat diterbangkan kembali ke Bandara Halim Perdana Kusuma. “Sempat putar-putar, tapi awan tetap tebal jadi batal landing di sini,” tuturnya.

Kemarin, pesawat ATR-72 dari Lion Air itu pun sempat terkendala cuaca. Namun, awan tebal yang tidak berlangsung lama memberikan ruang bagi pesawat untuk mendarat. “Tapi sempat holding dulu di atas, nunggu kondisi aman,” katanya.

Pihak bandara mulai khawatir dengan hujan yang mulai mengguyur Tasikmalaya belakangan ini. Pasalnya, tidak menutup kemungkinan awan tebal lebih sering terjadi. “Kalau memasuki musim hujan, memang cukup rentan,” ujar dia.

Salah satu solusi untuk menangani hal itu yakni dengan pengadaan runway light, di mana di landasan pacu dipasangi lampu sebagai penanda. Dengan demikian, pilot bisa lebih mudah memastikan posisi jalur landasan ketika hendak mendarat. “Tapi rencananya baru tahun depan kita adakan runway light,” ucapnya.

Adapun solusi lain yakni dengan memperbarui sistem navigasi bandara yang masih menggunakan peralatan lama. Namun demikian, pembaruan itu bukan kewenangan bandara atau Kementerian Perhubungan (Kemenhub). “Itu ranahnya Air Nav, kami tidak punya kewenangan untuk melakukan pengadaannya,” ujarnya.

Adapun pengembangan bandara 2019, pihaknya sedang melakukan perluasan kawasan parkir. Selain itu, direncanakan juga pembangunan gedung-gedung untuk mendukung operasional bandara. “Seperti gedung perkantoran, terus gedung PK (pemadam kebakaran) juga kita belum bangun,” katanya. (rga)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.