Hukum Berat Pelaku Pencabulan

54
0
H Rudy Gunawan

TAROGONG KIDUL – Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Garut mengecam aksi pencabulan yang dilakukan UR (42) terhadap kedua anak kandungnya di Kecamatan Malangbong.

“Perbuatan pelaku ini adalah hal yang bejat dan tidak berprikemanusian. Terlebih korbannya ini anaknya sendiri,” ujar Kabid Badan Pem­berdayaan Perempuan KAMMI Garut Wiwin Senin (8/7).

Menurut dia, aksi bejat pelaku dapat menyebabkan perasaan memilukan dan trauma yang mendalam bagi korban maupun keluarga. Maka dari itu pihaknya meminta kepolisian menindak tegas pelaku serta memberikan hukuman yang setimpal.

Kata dia, perbuatan pelaku sudah melanggar Undang-Undang Nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak pasal 76 D. “Kami meminta kepolisian menghukum pelaku dengan berat dan kami harap korban juga diberikan pendampingan psikologi,” ujarnya.

Pihaknya juga meminta Pemkab Garut dan Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) memberikan berbagai pelayanan kepada kedua korban pencabulan, dari mulai pelayanan medis, hukum, psikis dan rehabilitas sosial. “Kami ingin para korban ini mendapatkan konseling, pembinaan dan pengobatan secara jasadiah dan ruhiyah supaya korban tidak frustasi,” katanya.

Teroisah, Bupati Garut H Rudy Gunawan sudah melakukan penanganan terhadap para korban pencabulan. Pemerintah kabupaten juga akan membenahi rumah yang sekarang ditinggali para korban.

“Rumahnya akan diperbaiki dalam program rutilahu (rumah tidak layak huni). Sekarang kita fokus dulu untuk pemulihan psikologi para korban di P2TP2A,” paparnya. (yna)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.