Human Trafficking Digagalkan

175
0
Anto Sugiarto / Radar Tasikmalaya EKSPOSE. Kapolres Banjar AKBP Twedi AB SIK, MH membaca buku catatan tersangka saat ekspose di Mako Polres Banjar kemarin (19/10).

Bujuk Korbannya dengan Diimingi Penghasilan Besar
BANJAR – Polres Banjar berhasil mengungkap kasus perdagangan manusia (human trafficking). Tiga orang berinisial IL, AN dan AR yang diduga pelaku diamankan.
Kapolres Banjar AKBP Twedi AB SIK, MH mengatakan salah satu dari tiga pelaku merupakan wanita. “Masing-masing tersangka memiliki peran. Ada yang sebagai perekrut, pengirim dan mucikari,” ujarnya kepada awak media saat ekspose di Mako Polres Banjar kemarin (19/10).
Twedi menuturkan ditangkapnya ketiga pelaku berdasarkan laporan dari masyarakat tentang adanya pengiriman seorang wanita oleh IL. Laporan itu kemudian ditindaklanjuti dengan membentuk tim khusus (Timsus) Polres Banjar.
Polisi pun melakukan penyelidikan. Dan mendapat informasi jika salah seorang pelaku berinisial IL akan mengirim seorang wanita berinisial YL. Keduanya akan berangkat di salah satu pul bus sekitar pukul 19.30 Minggu (15/10). Polisi kemudian bergerak dan menangkap pelaku IL.
Berdasarkan pengakuan IL, kata kapolres, korban akan dibawa ke daerah Tretes, Kabupaten Pasuruan Provinsi Jawa Timur. Korban akan dijadikan pemandu lagi dan pekerja seks komersial (PSK). “Korban (mau berangkat) diimingi-imingi pekerjaan bagus dengan penghasilan besar,” ujarnya didampingi Kasat Reskrim AKP Jaya Sofyan.
Tim khusus, kata dia, langsung melakukan pengembangan. Polisi bertolak ke Pasuruan, Jawa Timur untuk menangkap AR dan AN. Keduanya diduga ikut terlibat dalam perdagangan manusia.
Keduanya pun berhasil diamankan tanpa melakukan perlawanan. Mereka dibawa ke Mako Polres Banjar untuk pemeriksaan lebih lanjut. “Ternyata dalam pengembangan tersebut sudah ada empat korban yang bekerja sebagai PSK yang dibawa oleh para tersangka,” tambahnya.
Dari tangan para pelaku, tim khusus mengamankan barang bukti berupa lima buah handphone, kartu ATM beserta buku tabungan, uang tunai senilai Rp 500 ribu, satu lembar nota, satu buah buku tulis dan satu buku catatan kecil. “Mereka (pelaku, Red) dikenakan Pasal 2 Undang-Undang RI Nomor 21 tahun 2017 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara,” jelasnya.
Kabid Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Banjar Ika Kartika mengatakan para korban saat ini sedang menjalani pemulihan psikologi. “Rata-rata mereka usia di atas dua puluh tahun. Mereka terjun seperti itu karena faktor ekonomi,” ungkapnya. (nto)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.