Husen: Golkar Kota Tasik “Menghangat” & Perlu Sosok Pemersatu

214
0

KOTA TASIK – Kader senior DPD Partai Golkar Kota Tasik, Husen Awaludin, angkat bicara soal menghangatnya kondisi internal partai menjelang Musyawarah Daerah (Musda) yang akan dihelat akhir bulan ini.

Memanasnya situasi di Golkar ini setelah munculnya pesaing Ketua DPD Partai Golkar, HM Yusuf.

Adalah H Nurul Awalin, yang tak lain adalah sekretarisnya di DPD Partai Golkar Kota Tasik.

Informasi yang radartasikmalaya.com himpun di lapangan, Yusuf dan Nurul sama-sama mengklaim mendapat dukungan penuh dari para Pengurus Kecamatan (PK) yang memiliki hak suara di Musda.

Kabarnya, 10 PK mendorong Yusuf melanjutkan kursi kepemimpinannya di periode 2020-2025.

Sementara ada 8 PK yang ingin Nurul menduduki kursi Ketua DPD Partai Golkar Kota Tasik selanjutnya.

Loading...

Menurut Mantan Ketua Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) Kota Tasik ini, kondisi Golkar saat ini tak hanya memanas, tetapi semakin membara.

“Golkar semakin membara menjelang Musda akhir bulan ini. Saling tuduh, saling tuding dan saling merasa paling pantas dan layak memimpin bahkan saling klaim kemenangan,” katanya kepada radartasikmalaya.com, Kamis (16/07) malam.

Terang Husen yang juga mengatasnamakan Kader peduli Partai Golkar Kota Tasik ini, belajar dari pengalaman memang suasana seperti membara bukan kali ini ketika menjelang Musda.

“Akibat dan dampaknya dari suasana ini berdasarkan pengalaman suara Golkar
semakin ‘membara’ semakin
menurun,” terangnya.

“Karena para kandidat hanya memikirkan bagaimana caranya bisa merebut rumah Golkar tanpa
memikirkan isi rumah Golkar tersebut dan hanya gila jabatan semata untuk kepentingan pribadi,” sambungnya.

Tentunya, tegas dia, kondisi ini membuat struktural merasa sedih dan kecewa dengan terus-menerusnya situasi ‘membara’ berlanjut setiap menjelang Musda Golkar.

“Dan kami merasa peduli untuk Golkar Iebih maju dan sukses kembali merebut kejayaan. Kami sudah berusaha untuk membuka dialog dengan dua kandidat (Yusuf dan Nurul) tapi tak digubris, bahkan diabaikan,” tegasnya.

Maka, jelas Husen, kondisi saat ini di Golkar membutuhkan figur penyeimbang yang bisa merekatkan kedua kubu.

Figur tersebut tentunya bisa jadi pihak luar namun mengetahui betul luar dalam Golkar.

“Mungkin ibarat kau bisa ambil rumah kami tapi kau tak bisa ambil hati kami. Dari hal ini semua kami mengharapkan munculnya kandidat ketiga sebagai calon alternatif yang bisa menjadi perekat dan pemersatu diantara dua kandidat yang ada,” harapnya.

(rezza rizaldi)

Berita terkait : Jelang Musda Golkar Kota Tasik, Sekretaris vs Ketua, 8 PK Dorong Nurul
Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.