HUT Kota Tasik, Payung Geulis Hiasi Rumah, Jalan & Perkantoran

104
0
PRODUK KHAS. Pengrajin Payung Geulis Prima Art Nanang Saeful Bahri menunjukan payung geulis dari bahan satin dengan Rp 65 ribu, Minggu (27/9). Fatkhur Rizqi / Radar Tasikmalaya
PRODUK KHAS. Pengrajin Payung Geulis Prima Art Nanang Saeful Bahri menunjukan payung geulis dari bahan satin dengan Rp 65 ribu, Minggu (27/9). Fatkhur Rizqi / Radar Tasikmalaya

TASIK – Jelang Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Tasikmalaya yang diperingati tiap 17 Oktober biasanya warga menghiasi rumah, perkantoran dan jalan dengan payung geulis khas Tasikmalaya.

Para pengrajin pun biasanya kebanjiran orderan, namun tidak untuk tahun ini. Seperti yang dialami Toko Kerajinan Payung Geulis Prima Art Jalan Panyingkiran Indihiang Kota Tasikmalaya.

Pengrajin Payung Geulis Toko Prima Art Nanang Saeful Bahri mengatakan, penjualan payung geulis saat ini menurun. Terlebih di masa pandemi covid-19 ini, pesanan payung geulis terjun bebas.

Biasanya, kata ia, jelang Tasikmalaya October Festival (TOF) ada yang pesan hingga 500 payung geulis dan banyak pesanan dari tempat wisata di luar Jawa Barat, tapi kini yang pesan hanya beberapa saja.

“Selama pandemi penjualan paling satu lusin per bulannya. Itu pun pesanan dari tempat wisata di Kabupaten Tasikmalaya dan Bali,” ungkapnya kepada Radar, Minggu (27/9).

Ia mengatakan, payung geulis khas Tasikmalaya ini mampu memperindah ruangan dan memberikan suasana lebih hidup. “Sebagai ikon Kota Tasikmalaya, payung geulis dijadikan hiasan atau souvenir. Konsumen maupun masyarakat bisa mendapatkannya dengan harga kisaran Rp 35.000 hingga Rp 500.000,” katanya.

Loading...

Ukuran diameter payungnya mulai 50 cm sampai 84 cm. Untuk pemesanan satu kodi bisa dipenuhi dalam satu hari dan mendapatkan potongan harga Rp 5.000 per-piece. “Semakin banyak belinya, harga bisa semakin murah dan bisa nego,” ujarnya.

Ia mengatakan, bisnis kerajinan payung geulis sudah dilakukan turun- temurun oleh keluarganya. Ia meneruskan usaha keluarganya ini baru 6 tahun ke belakang. Orientasinya tak hanya bisnis semata, tapi ia pun punya misi untuk melestarikan karya seni dan budaya khas Tasikmalaya.

Inovasi terus dilakukan, kata ia, payung geulis ini kini hadir dengan model susun satu, dua susun dan tiga susun. Bahan pun beragam mulai dari kain, kertas dan kanvas. “Motif tinggal dipilih sesuai selera, ada motif bunga, pemandangan, binatang dan animasi,” katanya.

Produk payung geulis khas Tasikmalaya ini pemasarannya sudah sampai Arab, Jepang dan Belanda. “Pesanan dalam negeri pun banyak, kita pernah kirim ke Kalimantan, Bali, Jawa Tengah dan Sulawesi,” ujarnya. (riz)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.