Hanya untuk Warga Kabupaten Tasik
SIAPA BUPATI & WAKIL BUPATI PILIHAN ANDA?

3.1%

19.5%

7.4%

70%

HUT RI di Ponpes Idrisiyyah, Berjuang Memerdekakan Indonesia dengan Karya

54
0
AMANAT. Pimpinan Upacara HUT RI ke-75 Ustaz Ahmad Tazakka Bonanza (AKA) saat memberikan amanat pada upacara bendera peringatan Hari Kemerdekaan RI. ISTIMEWA

Santri dan santriwati Pondok Pesantren Idrisiyyah melaksanakan upacara bendera peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-75 Senin (17/8). Ustaz Ahmad Tazakka Bonanza (AKA) menjadi pemimpin upacara.

Direktur Pendidikan Ponpes Idrisiyyah Ustaz Asep Deni MPd mengatakan, meski dalam massa pandemi Covid-19, secara umum pelaksanaan upacara bendera di Ponpes Idrisiyyah berjalan lancar.

Baca juga : Pemkot Tasik Permudah Syarat KBM Tatap Muka

Pihaknya menerapkan protokol kesehatan. Mulai semua peserta upacara menggunakan masker dan menjaga jarak. “Secara umum tidak ada yang berbeda hanya wajib menggunakan masker saja,” ungkap Ustaz Asep.

Menyambut Hari Kemerdekaan RI, pihak ponpes juga mengadakan aneka perlombaan. Di antaranya balap karung, makan kerupuk, tarik tambang atau bisa disebut pesta rakyat.

“Untuk malamnya ada kegiatan doa bersama untuk menyambut hari kemerdekaan ini. Untuk lomba-lomba itu ajang refreshing santri,” ujarnya.

Ustaz Asep menjelaskan, saat memperjuangkan kemerdekaan RI, para santri saat itu ikut terlibat dan berkontribusi, sehingga kemerdekaan sudah identik dengan santri.

“Tinggal saat ini cara berjuangnya yang berbeda. Kalau dulu berjuang dengan cara perang dalam memerdekakan Indonesia, saat ini melalui karya. Belajar sungguh-sungguh. Pokoknya dengan hal yang positif,” jelas dia.

Perjuangan yang dilakukan para pahlawan dahulu berat. Namun perjuangan saat ini lebih berat karena mempertahankan kemerdekaan.

“Makanya kami terus melakukan motivasi agar para santri lebih semangat belajar,” tutur dia.

Termasuk, pihaknya mendorong para santri agar meningkatkan kreativitas dan berakhlak yang lebih baik.

“Makanya para santri melalui pembinaan 24 jam di pesantren dilatih, atau disebutnya mujahadah dan riyadhoh,” ujarnya.

Santri juga diberikan pembinaan agar tidak terbawa arus negatif. Mereka juga dibina agar matang dalam bersikap.

“Usia santri ini yang masa-masanya bebas diarahkan kepada hal yang lebih baik melalui pembinaan di pesantren,” jelasnya.

Ustaz Asep menginginkan di usia kemerdekaan RI ke-75, para santri harus lebih baik dari pendahulu negeri ini. Termasuk, menciptakan santri kreatif dan bermanfaat bagi umat.

“Tentu itu harus dilakukan oleh para santri, karena target utama yakni akhlak, karena kalau akhlak sudah baik yang lainnya akan mengikuti kemampuan,” ungkap dia.

Kondisi saat ini yang serba sulit, para santri dituntut untuk mampu menguasai segala bidang. Termasuk ekonomi, bahasa, komputer dan lainnya.

“Makanya kami terus mengajarkan berbagai kemampuan di pondok pesantren ini, apalagi kita memiliki laboratorium ekonomi,” kata Ustaz Asep menjelaskan.

Baca juga : Pilbup Tasik 2020, Azies Rismaya Didampingi Haris Sanjaya

Pihak ponpes pun mengajarkan kemandirian dan kreativitas. Seperti membudayakan antre saat akan makan, mencuci barang-barang sendiri dan tidur bareng-bareng. “Perilaku kehidupan didik mandiri semua hal,” katanya.

Ustaz Asep berharap, pada momentum Hari Kemerdekaan RI ke-75, para santri bisa menjadi santri yang berakhlakulkarimah, memiliki kecerdasan multi. “Dalam artian menguasai berbagai hal, mulai dari agama ekonomi dan lainnya. Setelah memiliki kecerdasan multi, insyaallah mandiri,” ungkapnya. (ujg)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.