Ibu-Anak di Banjar Nyaris Tertimpa Rumah Roboh

200
0
AMBRUK. Rumah Ade Uju, warga Pamongkoran Kelurahan Banjar ambruk tiba-tiba. Akibat kejadian tersebut, istri dan anak Ade Uju nyaris tertimpa reruntuhan, Minggu (2/2).
AMBRUK. Rumah Ade Uju, warga Pamongkoran Kelurahan Banjar ambruk tiba-tiba. Akibat kejadian tersebut, istri dan anak Ade Uju nyaris tertimpa reruntuhan, Minggu (2/2).

BANJAR – Rumah milik Ade Uju (30), warga Pamongkoran Kelurahan Banjar ambruk tanpa sebab, Minggu (2/2) siang. Akibat kejadian itu, istri dan kedua anaknya nyaris tertimpa bangunan yang roboh.

Ketua RW 019 Kelurahan Banjar Dadang mengatakan, rumah itu tiba-tiba ambruk begitu saja. Padahal saat kejadian tidak ada hujan atau angin kencang yang bisa menjadi penyebabnya, melainkan cuaca sedang cerah.

“Saya dapat kabar dari warga rumah milik Uju tiba-tiba ambruk, kebetulan saat kejadian istri dan anaknya ada di rumah, tapi di depan rumah,” ujarnya kepada wartawan, kemarin.

Kata dia, pada saat kejadian Erina yang merupakan istri Ade Uju dan kedua orang anaknya sedang santai di depan rumah. Tiba-tiba, bangunan rumahnya perlahan mulai ambruk dan langsung rata dengan tanah.

Baca Juga : Di Kota Banjar, Sejumlah Pohon Bertumbangan Hingga Timpa Mobil

“Beruntung Erina dan anaknya berhasil selamat setelah langsung melarikan diri ketika rumah sudah mulai ambruk. Mereka hanya mengalami luka ringan di bagian kepala akibat kejatuhan material rumah dan langsung dibawa ke rumah sakit,” ujarnya, menjelaskan.

Kebetulan, kata dia, pada saat kejadian Ade Uju sedang tidak ada rumah. Sehingga tetangga langsung sigap membantu dan mengevakuasi keluarga Ade Uju yang nyaris tertimpa rumah ambruk.

Lanjut dia, menurut informasi dari warga, rumah tersebut baru dibangun dua tahun yang lalu. Diduga konstruksi penyangga rumah kurang kuat sehingga ambruk.

“Informasinya itu bangunan rumah tidak layak huni (rutilahu),” katanya.

Baca Juga : Di Kota Banjar, Sejumlah Pohon Bertumbangan Hingga Timpa Mobil

Lurah Banjar Irfan Fauzi mengatakan, untuk sementara korban tinggal di rumah saudaranya yang tidak jauh dari lokasi kejadian.

“Untuk perbaikan sementara kita akan ajukan ke Baznas dan jika masih kurang kita meminta bantuan dari para agnia,” jelasnya.

Lanjut dia, warga sekitar bergotong royong membersihkan sisa reruntuhan bangunan yang ambruk dan memisahkan yang masih bisa digunakan atau dimanfaatkan ketika nanti dilakukan pembangunan ulang. (nto) 

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.