Hanya untuk Warga Kabupaten Tasik
SIAPA BUPATI & WAKIL BUPATI PILIHAN ANDA?

4.2%

20.3%

8.1%

67.4%

Ibu & Anak Warga Karangpawitan Garut Tinggal di Gubuk Tanpa Dinding, tak Punya Rumah Tetap

59
0
MEMANTAU. Anggota DPRD Garut Yudha Pudja Turnawan bersama Camat Karangpawitan Rena berbincang dengan Idah di luar gubuk yang ditinggalinya, kemarin. Yana Taryana / Rakyat Garut

Idah Wati (53) warga Kampung Bojong Desa Lebakagung Kecamatan Karangpawitan tinggal di gubuk, tanpa dinding. Dia tinggal di tempat itu karena rumahnya terbakar tujuh tahun lalu.

Yana Taryana, Karangpawitan

Idah tinggal bersama anaknya. Dirinya tinggal di rumah yang dibangunkan warga itu karena sudah tidak memiliki tempat berteduh.

Baca juga : Pemuda Warga Cipaku yang Hilang di Pos 3 Gunung Guntur Garut Ditemukan Selamat

“Suami sudah tidak punya, jadi ketika habis kebakaran, saya bingung mau cari tempat dimana. Ketika ada yang menempatkan di sini, ya alhamdulillah,” ucapnya kepada wartawan, Selasa (7/7).

Menurut dia, tanah rumah yang ditempati Idah merupakan tanah wakaf. Di belakang rumahnya terhampar pesawahan. Sedangkan di bagian depannya terdapat sebuah makam.

Idah berprofesi sebagai pembersih makam. Sehari-hari ia mengandalkan dari para peziarah. “Suka ada yang kasih dari orang yang ziarah. Lumayan uangnya bisa untuk makan,” katanya.

Idah tak banyak mengeluh dengan kondisinya. Ia bahkan masih bersyukur karena memiliki tempat untuk tidur dan melepas lelah setelah seharian bekerja membersihkan makam.

Sebelum tinggal di gubuk itu, ia bersama suami dan anak angkatnya tinggal di saung di tengah kebun milik orang lain di Kelurahan Sukanegla Kecamatan Garut Kota. Setelah itu, ia pindah ke sebuah rumah milik orang lain.

“Sebelumnya sudah tiga kali pindah-pindah tempat tinggal, masih di saung gitu. Suami saya kerjanya hanya buruh di pabrik kulit di Sukaregang. Sudah meninggal satu tahun yang lalu,” ujarnya.

Idah berharap dibuatkan tempat tinggal yang lebih layak. Tinggal di gubuk alakadarnya itu sering membuat Idah tak bisa tidur pulas.

“Kalau hujan kehujanan, terkadang pindah ke teras musala yang ada di dekat gubuk. Alhamdulillah untuk makan ada saja yang ngasih dari yang ziarah atau tetangga,” ucapnya.

Camat Karangpawitan Rena Sudrajat akan segera berkoordinasi dengan pihak RT dan desa untuk membantu Idah.

Ia akan segera membangun rumah layak huni yang bisa nyaman ditempati Idah dan anak lelakinya yang berusia 23 tahun.

“Insya Allah ada bantuan sosial dari beberapa pihak. Ada anggota dewan yang sudah mau membantu dan nanti dari pak bupati juga ada. Tinggal warga gotong-royong membantu membangunkannya,” ucap Rena.

Nantinya lokasi rumah Idah akan dipindahkan. Sudah ada warga yang memberikan tanah bagi Idah. Tinggal pihak kecamatan yang bertanggung jawab untuk mencari material bahan bangunan.

“Banyak yang mau membantu. Kami akan segera membangun biar bu Idah bisa cepat punya rumah yang layak juga,” katanya.

Anggota DPRD Kabupaten Garut Yudha Puja Turnawan berinsiatif membantu untuk membangun rumah Idah setelah melihat kondisi tempat tinggal Idah. Yudha sudah berkoordinasi dengan bupati Garut dan Kecamatan Karangpawitan.

Baca juga : PHRI Garut Beri Diskon Hotel & Restauran untuk Wisatawan

Menurutnya, bupati siap memberikan bantuan untuk kebutuhan material bangunan rumah Idah. “Kemarin ada laporan dari warga yang suka ziarah, bahwa ada seseorang tinggal di rumah bedeng.

Insya Allah kedepan gotong-royong karena tidak mungkin dengan APBD. Harus menunggu anggaran tahun 2021 sehingga kita menyumbang, pa camat, bupati sama-sama,” paparnya. (yna)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.