Ibu Hebat di Era Industri 4.0

30
Lucy Dian Rosalin

TASIK – Seorang perempuan berkualitas mampu menempatkan dirinya dalam peran yang sangat penting, baik sebagai seorang ibu dalam mendidik generasi masa depan, maupun berperan di ranah publik termasuk di Era Revolusi Industri 4.0. Hal tersebut diungkapkan Direktur Sekolah Komunikasi Miracle, dosen sekaligus MC kondang Lucy Dian Rosalin.

“Menjadi seorang ibu di Era Revolusi Industri 4.0 memiliki tantangan tersendiri,” ujar ibu dari Alifa, Massayu dan Bintang ini. Di era ini, teknologi bisa mendekatkan yang jauh maupun menjauhkan yang dekat, di situlah seorang ibu harus bisa menjalin keakraban dengan anak-anak melalui interaksi riil dan kedekatan emosional yang intensif.

“Hadirnya Revolusi Industri 4.0 harus dapat dimanfaatkan dan dikelola dengan baik oleh kaum perempuan karena memiliki prospek yang menjanjikan bagi posisi perempuan sebagai bagian dari peradaban dunia,” katanya.

Perempuan juga harus bisa menjadi pendidik yang dapat mengajar dan membina anak–anak sebagai generasi penerus bangsa. “Sebagai seorang ibu perlu membuka diri (open mind) dan mau terus belajar mengikuti perubahan zaman yang tentunya diikuti dengan perubahan perilaku anak-anak zaman ini,” kata Lucy. Makanya di sela-sela kesibukannya Lucy selalu meng-up grade diri dengan membaca buku.

Sebagai pendidik utama di keluarga, kata ia, seorang ibu juga harus menjadi perempuan yang berkarakter yang tetap memiliki eksistensi dalam menjalankan peran sosialnya dengan optimal.

“Perempuan dalam abad ke-21 adalah yang mampu mendidik dan membekali anak-anaknya dengan soft skills sehingga anak dapat berkembang potensi dirinya dan menjadi pribadi yang memiliki daya adaptasi sosial dalam menghadapi tantangan abad ke-21 yang sangat akseleratif,” terangnya. Hal itu ia terapkan kepada anak-anaknya. Lucy membebaskan anak-anak untuk mendalami minat dan bakatnya. Ada yang suka seni bela diri, menggambar dan menghafal Alquran.

Yang tak kalah penting, kata Lucy, di era revolusi industri 4.0 ini seorang ibu perlu memperkuat wawasan tata negara kepada anak-anak. “Keterbukaan informasi membuat anak-anak bisa jadi menyukai budaya luar, di sinilah peran ibu harus bisa menanamkan cinta tanah air kepada anak,” katanya. Setiap harinya Lucy mengingatkan anak-anaknya mengenai wawasan kebangsaan dan ideologi bangsa agar kecintaan terhadap tanah air bisa tertanam dengan kuat.

Seorang ibu juga harus bisa melakukan literasi digital. “Maraknya cyber war menjadi kekhawatiran bagi saya seorang ibu, makanya anak-anak perlu diberikan literasi digital sehingga mereka bisa memanfaat teknologi untuk hal yang positif,” katanya.

Bagi Lucy, menjadi seorang ibu memang proses belajar sepanjang hayat. Makanya ia berencana membuka sekolah perempuan di tahun 2019. “Sekolah perempuan ini menjadi tempat belajar para ibu maupun calon ibu agar memiliki skill dan ilmu dalam mendidik generasi masa depan yang hebat,” pungkasnya. (na)

loading...
BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.