Ibu-Ibu Harus Melek Media dan Multimedia

263
0
Firgiawan / Radar Tasikmalaya IBU-IBU HEBAT. Ketua Tim Penggerak PKK Kota Tasikmalaya Dra Hj Eti Atiyah (kanan) memberikan cenderamata kepada Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Barat Dr Hj Netty Prasetiyani MSi usai pelantikan di aula Bale Kota Kamis (14/12).

BUNGURSARI – Istri Wali Kota Tasikmalaya Drs H Budi Budiman, Dra Hj Eti Atiyah kembali dilantik sebagai Ketua Tim Penggerak PKK dan Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Tasikmalaya. Dua jabatan ex-officio itu kembali diembannya selama lima tahun ke depan, 2017 sampai dengan 2022.
Ketua Tim Penggerak PKK Jawa Barat Dr Hj Netty Prasetiyani MSi yang menghadiri sekaligus melantik langsung ketua dan pengurus baru, berpesan agar PKK semakin eksis. Mendorong gerakan perempuan serta membina potensi masyarakat, khususnya keluarga.
“Dalam mendukung program-program pemerintah, lesatan pembangunan yang dilaksanakan Pak Wali Budi Budiman akan lebih terisi dan menyentuh ke masyarakat, apabila diimbangi gerakan ibu-ibu PKK-nya,” pesan Hj Netty usai pelantikan di aula Bale Kota Tasikmalaya.
Sebagaimana fungsi Tim Penggerak PKK, kata dia, membimbing, memotivasi serta memfasilitasi kelompok PKK hingga tingkat terbawah, harus tetap dilaksanakan. Sebab perempuan memiliki peran penting dan strategis dalam membawa daerah semakin baik. “Ibu-ibu juga harus melek media dan multimedia. Tahu tidak, sekarang pornografi, prostitusi, bisa diakses via online. Jadi harus mengenal teknologi agar bisa memantau anak-anak kita saat menggunakan gadget atau koneksi internet,” terang istri Gubernur Jawa Barat itu.
Netty menambahkan persoalan yang dihadapi kaum perempuan saat ini adalah pergaulan anak yang tidak terawasi, sehingga pertumbuhan yang dilalui tanpa adanya pengawasan. Masa transisi yang dialami remaja, terkadang orang tua tidak bisa memberi jawaban atas adanya perubahan baik fisik maupun mental seorang anak.
“Fenomena sekarang, anak justru lebih dekat dengan orang lain sebagai tempat menjawab semua pertanyaan dibanding orang tuanya. Peran PKK ini harus mengedukasi kaum ibu dan perempuan agar berupaya preventif sebelum fenomena itu menimpa anak-anak kita,” pintanya.
Ketua Tim Penggerak PKK Kota Tasikmalaya Dra Hj Eti Atiyah mengakui peran PKK tidak bisa dipisahkan dalam mendukung program pemerintah. Ibu-ibu saat ini bukan hanya konsen urusan dapur, tetapi menjadi mitra suami dalam mengurus persoalan lain.
“Salah satunya mendorong anak ke posyandu, kesadaran masyarakat akan pentingnya pemeriksaan anak itu penting. Peran kader posyandu serta anggota PKK diperlukan di sana. Kita akan kukuhkan kembali ruang kerjasama dalam mendorong pembangunan,” ungkap Hj Eti. (igi)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.