Ibu Ketua DPRD Garut Gagal Divaksin Covid-19

15
0
VAKSIN TERSENDIRI. Ketua DPRD Garut Hj Euis Ida Wartiah menunjukkan surat vaksinasi dalam vaksinasi perdana di Pendopo Garut, kemarin. Yana taryana / rakyat garut
Loading...

Ketua DPRD Kabupaten Garut Hj Euis Ida Wartiah tidak bisa lakukan vaksinasi dalam kegiatan kick-off vaksinasi tahap pertama di Pendopo Garut Kecamatan Garut Kota, Senin (1/2).

Gagalnya Ketua DPRD Garut mendapatkan vaksin, karena tidak lolos dalam skrining sebelum melaksanakan vaksinasi Covid-19.

“Ibu ketua DPRD bukan tidak mendapatkan vaksinasi tetapi ditunda, karena kita tahu bahwa vaksinasi pada tahun pertama ini hanya untuk usia 18 sampai 59 tahun. Sementara ibu ini usianya sudah lebih,” ujar Ketua Tim Dokter dr Yanti Widamayanti kepada wartawan, kemarin.

Yanti menerangkan Ketua DPRD Garut yang usianya sudah lanjut akan dilakukan vaksinasi setelah vaksin Covid-19 untuk usia lanjut datang ke Kabupaten Garut. “Kalau vaksin Sinovac ini tidak bisa diberikan terhadap lansia yang usianya lebih dari 59 tahun,” ujarnya.

Baca juga : 1 Februari Vaksinasi Serentak di Seluruh Puskesmas di Garut

loading...

Menurut dia, ada beberapa alasan mengapa seseorang bisa tidak lolos dari sesi skrining, seperti pernah terpapar Covid-19, memiliki penyakit penyerta seperti diabtesmellitus, hipertensi, penyakit autoimun seperti lupus dan masih banyak lagi yang lainnya.

“Jadi tadi bapak bupati kemudian bapak dandim, bapak kapolres, serta ibu ketua DPRD Garut tidak bisa lolos karena ada salah satu yang tidak terpenuhi dan yang paling penting pada saat ini,” ujarnya.

Ia berharap vaksinasi tahap pertama bisa berjalan lancar dan para pemimpin daerah selalu diberikan kesehatan. “Mudah-mudahan proses vaksinasi tahap pertama di Garut untuk Covid-19 ini bisa berjalan dengan lancar,” terangnya.

Ketua DPRD Garut Hj Euis Ida Wartiah mengatakan akan terus mendukung Pemkab Garut dan Satgas Covid-19 dalam proses vaksinasi dan penanggunalan Covid-19 di Kabupaten Garut. Saat ini, dirinya belum bisa divaksin karena masalah usia. Tetapi pihaknya akan dilakukan vaksinasi tersendiri setelah adanya vaksin Covid-19 untuk lansia.

“Nanti divaksin tersendiri, seperti Pak Ma’ruf Amin (wapres) itu kan vaksinnnya beda, karena usianya sudah lanjut,” paparnya.

#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitanganpakaisabun (yna)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.