Siapa calon Bupati Tasikmalaya pilihan anda?

0.4%

4.4%

79.2%

15.6%

0.3%
Mengaku Hendak Buang Bangkai Kucing

Ibu Muda Kubur Bayi Sendiri

4762
0
OLAH TKP. Unit Identifikasi Polres Tasikmalaya Kota melakukan olah TKP di Kampung Plang Kelurahan Sukamanah, Kecamatan Cipedes, Kota Tasikmalaya Minggu (8/9). RANGGA JATNIKA / RADAR TASIKMALAYA

TASIK – Seorang perempuan berinisial D (30), warga Kampung Plang Kelurahan Sukamanah Kecamatan Cipedes Kota Tasikmalaya diamankan Sat Reskrim Polres Tasikmalaya Kota, Sabtu (7/9). Dia diketahui telah membuang janin bayi yang diduga hasil hubungan di luar nikah.

Dari informasi yang dihimpun Radar, hal ini bermula ketika D meminta salah seorang remaja menggali tanah di kebun dekat rumahnya, Sabtu malam (7/9) sekitar pukul 19.30. D mengaku kepada para remaja akan mengubur bangkai kucing.

Saat remaja yang dia suruh sudah pergi, barulah D menguburnya. Tetapi, ada remaja lain yang saat itu melintas dan bertanya kepada D. Perempuan itu lagi-lagi mengaku sedang mengubur bangkai kucing.

Ketua RT setempat, Apip Sutisna mengatakan beberapa warganya menaruh curiga, karena D dinilai cukup memaksakan jika malam hari harus repot menguburkan bangkai kucing. Setelah D meninggalkan kuburan itu, warga pun menggalinya dan menemukan janin bayi perempuan. “Pas digali ternyata bukan kucing, tapi bayi,” ungkapnya, Minggu (8/9).

Dia pun langsung melaporkan penemuan janin bayi perempuan itu ke Polsek Indihiang dan Sat Reskrim Polres Tasikmalaya Kota. D pun diamankan untuk diperiksa lebih lanjut.

Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya Kota AKP Dadang Sudiantoro menga­ta­kan pihaknya masih melaku­kan penyelidikan lebih lanjut atas kejadian tersebut. Saat ini, D dira­wat di RSUD dr Soekardjo karena kese­hatannya bermasalah. “Kita juga belum menetapkan tersangka, masih kita lakukan penyelidikan,” tuturnya.

Status D sendiri merupakan seorang ibu rumah tangga, tetapi dia sudah lama tidak tinggal bersama dengan suaminya. Diduga, janin yang dikuburnya itu merupakan hasil hubungan dengan orang yang bukan suaminya. “Sudah lama enggak sama suaminya lagi, tapi statusnya belum cerai,” terang Dadang.

Ada pun hasil pemeriksaan sementara, janin tersebut berusia sekitar 8 bulan. Soal digugurkan secara paksa atau tidak, pihak kepolisian belum bisa memberikan penjelasan lebih detil. “Nanti kita tunggu hasil penyelidikan lebih lanjut,” ujar Dadang.

Minggu pagi (8/9), Sat Reskrim Polres Tasikmalaya Kota dan Unit Identifikasi melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) di sekitar penguburan janin.

Sementara itu, kasus buang bayi di wila­yah hukum Polres Tasikmalaya Kota sebelumnya sudah beberapa ka­li terjadi. Di tambah dengan yang ter­jadi di Kampung Plang Kecamatan Cipedes sedikitnya sudah ada tiga kasus.

Sebelumnya, pada 7 Agustus 2019 di Kampung Kaum, Desa Manggungjaya, Kecamatan Rajapolah digegerkan oleh penemuan bayi laki-laki di kolam ikan. Hal itu terungkap saat Ato Karsono yang sedang menguras kolam miliknya untuk memanen ikan.

Dari beberapa sampah yang dia buang ke daratan, salah satunya adalah bungkusan kain. Saat dilempar sebuah janin keluar dari bungkusan tersebut.

Awal tahun 2019, tepatnya 24 Feb­ruari penemuan mayat bayi meng­gegerkan warga Kampung Bojong­nangka Kelurahan Sukamanah Ke­ca­matan Purbaratu. Mayat bayi itu mengambang di kolam milik warga.

Ade Sumarna yang menemukan bayi itu awalnya mengira yang mengambang adalah boneka. Karena penasaran, dia pun menariknya menggunakan tongkat bambu. Barulah diketahui bahwa benda itu merupakan janin laki-laki yang diduga di buang oleh orang tidak dikenal. (rga)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.