IDI Kota Tasik: Ini yang Paling Ditakutkan dalam DBD

145
0

KOTA TASIK – Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Tasikmalaya, dr Polar Silumi SpOg angkat bicara soal tingginya kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) yang sudah mencapai 600 kasus, di Kota Tasik, saat ini.

Apalagi sudah merenggut nyawa 16 orang penderitanya yang 11 diantaranya masih usia anak-anak.

Kata dia, pencegahan yang paling krusial mengantisipasi DBD adalah Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

Dia pun menyarankan kepada warga Kota Tasik agar selalu menjaga kebersihan di massa DBD ini. Sebab nyamuk penyebab DBD hidup di air menggenang.

“Karena nyamuk pembawa virus ini senang dengan air yang menggenang, PHBS utamakan,” katanya kepada radartasikmalaya.com yang dihubungi melalui ponselnya, Sabtu (27/06).

Menurut dia, apakah sudah seharusnya ditetapkan Kejadian Luar Biasa (KLB), tidak hanya bisa dilihat dari jumlah kasus saja. Namun harus ada penelitian dan lainnya.

Loading...

“Itu harus dilihat dari keseluruhan untuk penetapan KLB. Termasuk harus adanya penelitian,” terang Polar.

“Anak-anak memang rentan apalagi nyamuk DBD ini aktif pada pagi siang hari dimana anak yang memang aktif bermain,” sambungnya.

DBD ini selain menyerang daya tahan tubuh, anak-anak juga siluensis virus atau bisa menyebakan sakit berat pada penderitanya.

“Dalam DBD ini yang paling ditakutkan yakni komplikasi¬†Dengue Shock Syndrome (DSS)¬†atau kumpulan gejala. Itu yang paling bahaya,” tegasnya.

Jelas dia, DBD ini ada massa kritisnya sampai hari ke-7 dan sifatnya virus menginfeksi penderitanya.

“Setelah 7 hari mereka ini akan sembuh. ahanya 1 hari sampai 7 hari ini yang paling diwaspadai, bila tidak diobati akan fatal dan itu selalu terjadi pada anak-anak,” jelasnya.

(rezza rizaldi)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.