IDN Tawarkan Digitalisasi Keuangan di Sekolah

102
0
Fatkhur Rizqi / Radar Tasikmalaya RESMIKAN. (Kanan-kiri) CEO IDN Ian McKenna, Sekda Kabupaten Tasikmalaya Dr Muhammad Zen dan Ketua Lembaga Pendidikan Ma’arif Nahdlatul Ulama Tasikmalaya Yahya Kamal SAg MPdI meresmikan secara simbolis program digitalisasi keuangan sekolah di Grand Metro Hotel Selasa (21/1).
Fatkhur Rizqi / Radar Tasikmalaya RESMIKAN. (Kanan-kiri) CEO IDN Ian McKenna, Sekda Kabupaten Tasikmalaya Dr Muhammad Zen dan Ketua Lembaga Pendidikan Ma’arif Nahdlatul Ulama Tasikmalaya Yahya Kamal SAg MPdI meresmikan secara simbolis program digitalisasi keuangan sekolah di Grand Metro Hotel Selasa (21/1).

TASIK – PT Infradigital Nusantara menyosialisasi Sistem Pembayaran Uang Sekolah Terkini di Ballroom Grand Metro Hotel Tasikmalaya Selasa (21/1). Sistem digitalisasi ini untuk menjawab tantangan lembaga pendidikan di Era Industri 4.0.

Acara yang bekerja sama dengan Lembaga Pendidikan Ma’arif Nahdlatul Ulama Tasikmalaya serta Pemerintah Kota dan Kabupaten Tasikmalaya ini dihadiri 500 kepala sekolah dan madrasah Se-Kota dan Kabupaten Tasikmalaya.

CEO Infradigital Nusantara (IDN) Ian McKenna menjelaskan tujuan acara ini untuk mempersiapkan lembaga pendidikan di Kota dan Kabupaten Tasikmalaya dalam menyongsong Era Revolusi Industri 4.0.

Langkah awal implementasi sistem keuangan digital mulai dari perapihan data dan migrasi aktivitas manual menjadi digital.

“Fokus kita bagaimana sekolah bisa digitalisasi data dan keuangan  sehingga tidak ada pembayaran secara tunai dan mempermudah pelaporan tata usaha (TU),” katanya.

Melalui infrastruktur IDN, ujarnya, orang tua dan siswa dimudahkan untuk melakukan pembayaran melalui channel pembayaran yang terhubung seperti e-commerce, retail, ATM, mobil banking dan lainnya, serta dipermudah dengan metode yang lebih beragam.

“Maka IDN ini dapat menaikan kesehatan keuangan sekolah sampai 70 persen karena bayarnya bisa lebih tepat waktu. Jadi dapat mengurangi risiko telat pembayaran sekolah,” ujar dia.

Ia menyebutkan, digitalisasi keuangan di mulai sejak 2018 dengan beberapa sekolah dan  pesantren di Jakarta dan Jawa Barat. Sampai saat ini, yang menggunakan platform IDN sudah 250 sekolah dari 11 provinsi.

“Digitalisasi itu penting diterapkan di sekolah karena transaksi bisa lebih lancar dan akuntabel,” ujarnya.

Mengenai legalitas, kata ia, pembayaran biaya pendidikan melalui jaringan IDN ini sudah terdaftar di Bank Indonesia dan tergabung menjadi anggota fintech Indonesia.

“Sistem fleksible dan menggunakan teknologi fintech terkini, transaksi aman terlindungi,” katanya.

Sekretaris Daerah Kabupaten Tasikmalaya Dr Muhammad Zen menyambut positif program keuangan digital yang ditawarkan IDN. Hal ini sebuah langkah nyata untuk lembaga pendidikan dalam menyambut Revolusi Industri 4.0. Karena pendidikan harus menjemput perubahan.

“Sebuah langkah maju ketika lembaga pendidikan formal dan informal menggunakan pembayaran uang sekolah secara digital sehingga lebih sistematis  dan membentuk kepercayaan semua pihak,” katanya.

Ia mengharapkan, acara ini dapat membangun kemajuan dunia pendidikan di Tasikmalaya.

“Langkah seperti ini (pembayaran digital, Red) positif dan patut dikembangkan karena lebih efisien, mempermudah  dan mempercepat pembayaran. Di sisi lain integritas lembaga pendidikan dapat terpercaya dan terjamin,” katanya.

Ketua Lembaga Pendidikan Ma’arif Nahdlatul Ulama Tasikmalaya Yahya Kamal SAg MPdI mengatakan IDN merupakan platform yang dapat membantu lembaga pendidikan dalam mengelola tagihan pendidikan lewat pembayaran digital.

Selain itu menyediakan laporan dan manajemen informasi berbasis web yang dapat diakses secara real time oleh pihak sekolah atau yayasan.

“Maka dengan digitalisasi  keuangan di lembaga pendidikan ini Insyaallah memudahkan kita untuk berkomunikasi dengan orang tua siswa,” katanya. (riz)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.