Idul Adha Sumbang Inflasi

16
0
istimewa BERKURBAN. Wali Kota Tasikmalaya Drs H Budi Budiman menyerahkan hewan kurban ke DKM Masjid Agung Kota Tasikmalaya, Minggu (11/8).

JAKARTA – Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI), Destry Damayanti menyebutkan Hari Raya Idul Adha menyumbang inflasi sepanjang bulan Agustus 2019. Hal ini disebabkan harga pangan yang bergejolak.

“Kalau kita merefleksikan Indonesia keseluruhan seperti BI, artinya akan makin banyak orang berkurban, akan makin menambah suplai daging dan itu tentu suatu hal yang sangat berpengaruh pada komponen inflasi di sektor pangan,” kata Destry di Jakarta, kemarin (11/8).

Selain itu, lanjut Destry, pada momen itu juga bisa menurunkan harga daging di pasar. Karena banyak masyarakat yang kebutuhan akan daging terpenuhi. “Artinya daging yang didistribusikan ke market maskin banyak, sehingga itu tentunya bisa mendorong penurunan harga daging juga,” jelas dia.

Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Tauhid Ahmad menilai tren inflasi pada bulan Agustus cenderung rendah. “Memang kalau untuk Idul Kurban terpenuhi mengingat banyak pedagang yang memang stok sapi dan hewan kurban pada Idul Adha,” ujar Tauhid kepada Fajar Indonesia Network (FIN), kemarin (11/8).

Namun, lanjut Tauhid, saat ini harga cabai masih tinggi sehingga komoditas tersebut yang menyumbang inflasi bulanan. “Penyumbang lain tetap pada komponen pendidikan, rekreasi dan olah raga dengan sumbangan sekitar 1,02 persen. Karena itu inflasi tahun ke tahun bulan Agustus diperkirakan masih sekitar 3,3 persen,” ucap dia.

Sebelumnya, BI mencatatkan inflasi pada Minggu pertama Agustus 2019 sebesar 0,12 persen secara bulanan. Sedangkan secara tahunan, inflasi tercatat 3,44 persen.

Disebutkan, inflasi berasal dari cabai rawit yang menyumbang 0,05 persen, bawang merah 0,08 persen dan tomat sayur 0,04 persen. “Sejak Mei sampai Agustus ini komoditas cabai memang masih mengalami kenaikan sehingga menyebabkan inflasi,” ujar Gubernur BI, Perry Warjiyo.

Selain inflasi terjadi pada komoditas bahan pangan. Ada deflasi pada angkutan udara 0,04 persen, bawang merah 0,08 persen dan tomat sayur 0,04 persen.

Untuk meredam inflasi, ada tiga langkah strategis yang dikeluarkan BI guna mengendalikan inflasi pada bahan pangan maksimal di kisaran 4-5 persen. Strategi ini dilakukan melalui empat kebijakan utama (4K) terkait Keterjangkauan Harga, Ketersediaan Pasokan, Kelancaran Distribusi, dan Komunikasi Efektif.

Kemudian sesuai dengan Peta Jalan Pengendalian Inflasi Nasional 2019-2021, kebijakan ditempuh dengan memberikan prioritas kepada Ketersediaan Pasokan dan Kelancaran Distribusi, yang didukung oleh ekosistem yang lebih kondusif serta ketersediaan data yang akurat.(din/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.