Beranda Kota Tasik Ikhlas dan Profesional

Ikhlas dan Profesional

Hj N Oon SPd dalam Menjalankan Tugasnya sebagai Kepsek SDN Gunungkoneng Kota Tasikmalaya

155
BERBAGI
Hj. N Oon, S.Pd

KEPALA SDN Gunungkoneng Tasikmalaya Hj N Oon SPd tak pernah bermimpi jadi kepala sekolah. Amanat yang dipegangnya saat ini berawal dari lomba guru berprestasi tahun 2011.

Saat itu, perempuan yang diangkat menjadi guru pada tahun 1988 ini masih mengajar di SDN Sukarame Kabupaten Tasikmalaya.

Berkat dukungan dan kesungguhannya, dia berhasil meraih juara satu dalam lomba.

“Setelah itu, saya diberi kesempatan ikut tes calon kepala sekolah dan melalui beberapa tes Alhamdulillah, lolos dan pada tanggal 05 Juni tahun 2012 diangkat menjadi guru yang diberi tugas tambahan sebagai kepala sekolah di SDN Gunungpereng 1 dan pada tanggal 5 Februari sampai sekarang dipindah sebagai kepala di SDN Gunungkoneng,” paparnya.

Jabatan yang diembannya sampai saat ini, kata dia, merupakan buah dari keikhlasan dalam bekerja.

Keikhlasan melahirkan perilaku bijak, disiplin, tegas, sederhana, penuh kasih sayang, amanah, accountable, transparan dan professional. Juga mampu memisahkan urusan pribadi atau keluarga dengan urusan kantor.

“Sebagai kepala sekolah kami selalu duduk bersama dengan guru, staf sekolah (OPS), hingga penjaga sekolah, kami jadikan mereka sebagai mitra kerja kami. Tidak ada istilah kepala sekolah adalah atasan dan guru sebagai bawahan. Kami berusaha untuk membangun suasana kerja yang bersifat kekeluargaan sehingga muncul rasa empati dan peduli satu sama lain,” terangnya.

Dalam memimpin, Hj N Oon melakukan beberapa hal. Diantaranya mencari dukungan dari semua pihak, baik pemerintah, tokoh masyarakat dan orang tua. Mereka adalah mitra untuk bersama-sama berjuang demi kepentingan pendidikan siswa.

“Ini merupakan hal penting yang tidak boleh kita lupakan, karena sekolah adalah sebagai sistem yang harus didukung dan dijalankan bersama-sama. Kemudian, kami juga melakukan evaluasi lingkungan sekolah untuk menganalisis kebutuhan dalam rangka mengembangkan dan membuat program sekolah sebagai institusi pendidikan,” ungkapnya.

Selanjutnya, kata dia, menentukan program, strategi dan kebijakan, serta membangun komitmen dan konsistensi bersama sumber daya yang ada di sekolah.

Pembagian tugas antara guru dan staf administrasi disesuaikan dengan kompetensi yang dimiliki masing-masing individu.

Meski kepala sekolah adalah penentu kebijakan, dia tetap memberi kesempatan kepada rekan-rekan kerjanya. Seperti guru dan komite.

Mereka berhak mengeluarkan gagasan atau pendapat untuk kemudian ditampung sebagai masukan. Dengan harapan, keputusan yang diambil nantinya akan menjadi tanggung jawab bersama.

“Banyak hal yang harus disiapkan dan dirancang dengan matang dan rinci. Intinya, komunikasi, kontroling dan evaluasi haru selalu dilakukan. Termasuk juga menjaga motivasi agar sesama guru. Alhadmdulillah, banyak prestasi yang diraih” terangnya.

Hj N Oon mengaku mendapat banyak manfaat dari berbagai pengalamannya. Menjadi guru bukan hanya menularkan ilmu, tapi juga belajar hal-hal baru dari berbagai sumber. Bisa belajar dari ssiwa, rekan kerja, maupun lingkungan.

Dia mengaku senang ketika anak didiknya mampu menyerap materi yang diajarkan dengan baik. Apalagi kalau mereka sangat menurut kepada gurunya.

“Tidak hanya itu, saya merasa senang dan merasa terhibur dengan tingkah laku mereka yang lucu-lucu. Wajarlah mereka masih anak SD, jadi tingkah laku mereka masih imut-imut dan lugu. Terkadang saat saya merasa jenuh dan letih dengan aktivitas setiap hari, murid-murid saya lah yang membuat saya tersenyum, dan bersemangat lagi demi senyum mereka yang polos dan demi masa depan mereka,” ungkapnya. (ais)

Facebook Comments

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.