Ikuti Anjuran Pemerintah, Ratusan Awak Bus & Angkot di Ciamis tak Dapat Bantuan Dampak Corona

200
0

CIAMIS – Meski sudah ikuti anjuran pemerintah, terkait phsycal distancing Covid-19, namun ratusan awak bus dan angkot di Ciamis belum dapat bantuan dari dampak Corona.

Akibatny, ratusan awak bus dan angkot di Kabupaten Ciamis mendatangi perusahaan tempatnya bekerja, Senin (20/4) pagi di lokasi Bumi Galuh, Jalan Jendral Sudirman Kabupaten Ciamis.

Adalah PT Sinar Aladin Putra Ciamis, yang membawahi bus dan angkot, milik H Tatang Aceng Kendar. Para awak bus mempertanyakan bantuan dari pemerintah, akibat terdampak Covid-19 .

Sopir Angkot Fuad Hasan (30) menuturkan, pihaknya bersama ratusan awak bus lainnya, mempertanyakan bantuan untuk awak angkutan yang terdampak Corona.

Karena di perusahaan-perusahaan bus lain, para awak nya mendapat bantuan perbulan sebesar Rp 600 ribu dari pemerintah.

“Anehnya tidak semuanya kebagian, termasuk angkot atau bus yang reguler. Padahal kami kena dampak corona. Penumpang juga kosong tidak ada. Kalau pun ada hanya tiga atau empat orang. Apalagi kena aturan PSBB yang melarang banyak mengangkut penumpang,” keluh warga Baregbeg ini.

Pihaknya sudah sebulan lebih tidak lagi beropasi, akibat dampak Corona dan menaati anjuran pemerintah untuk berdiam di rumah.

Sayang, bantuan tak kunjung datang, sementara kebutuhan sehari-hari harus terus terpenuhi.

Ditambahkan  Eman (58), sopir bus, mengaku dirinya bersama ratusan teman-teman ini melakukan aksi protes meminta perusaahan untuk ikut memperjuangkan nasibnya.

“Kami pertayakan, kenapa bantuan tidak merata dari pemerintah kepada awak angkutan. Kalau begitu tebang pilih, ” ujar Eman warga Kabupaten Ciamis yang diamini rekannya.

Pemilik Perusahaan PT Sinar Aladin Putra Ciamis, H Tatang Aceng Kendar menjelaskan kepada wartawan, memang ratusan sopir bus dan angkot mengadukan nasibnya.

Para personilnya tidak dapat bantuan sema sekali dari pemerintah, sementara awak angkutan bis pariwisata dan sebagian yang lain ada dapat bantuan terdampak Corona.

Pihaknya menampung aspirasi para awak angkutan dan akan menyampaikan keluhan para personelnya, dengan melayangkan surat ke Korlantas, Jasaraharja, ketenagakerja dan Menteri Perhubungan.

“Saya kasian, karena para awak angkutan reguler tak dapat penghasilan karena terdampak Corona. Kadang sekarang mah ada yang tidak setor karena sepi penumpang,” terangnya.

Tatang mengaku, semenjak wabah corona merebak, perusahaannya mengalami kerugian.

“Ada sekita 120 personel yang terdampak corona. Dari 20 angkot dan 20 bus 80 persen tak beroperasi. Sementara perusaahan juga membayar  cicilan kendaraan ke bank dan lising juga,” keluhnya.

Sebagai perusahaan terdampak, kata Tatang, pihaknya akan meminta keringanan cicilan.

“Jujur, sejak perusaahan kami berdiri tahun 1950 baru kena dampak terparah, sejak ada Corona. Saat krisis moneter tidak terdampak separah ini, namun sekarang parahnya sepi penumpang,” tegasnya.

Dihubungi terpisah, Sekretaris DPC Organda Kabupaten Ciamis, Ekky Brata Kusuma mengakui adanya bantuan dari Korlantas untuk personil angkutan umum.

Namun untuk pengajuan bantuan harus diajukan minimal dua hari sebelumnya dan harus memberikan data yang dibutuhkan.

Untuk Ciamis yang dapat bantuan awak angkutan seluruhnya 449 orang, dan yang tidak dapat ribuan personil.

“Namun harapan Organda ya semua personil dapat bantuan, karena terdampak Covid-19,” paparnya.

Dia menerangkan, ada salah satu perusahaan, dimana personil yang dapat bantuan sebanyak 45 orang, sementara personilnya ada 380 orang.

“Hal ini yang malah jadi ramai, kalau sistemnya seperti itu, lebih baik tidak usah dapat bantuan. Akhirnya jadi ramai antarpersonel. Ini jadi kecemburuan bagi yang tidak dapat bantuan,” tuturnya.

(iman s rahman)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.