IMB Diterbitkan, Segel Rusunawa Unsil Dibuka

204
0
PPNS Kota Tasikmalaya Budhi Hermawan MH saat membuka segel rusunawa universitas siliwangi. Jum'at 3/1.
PPNS Kota Tasikmalaya Budhi Hermawan MH saat membuka segel rusunawa universitas siliwangi. Jum'at 3/1.

TAMANSARI – Segel Rusunawa Universitas Siliwangi (Unsil) akhirnya dibuka, Jumat (3/1). Pasalnya, izin mendirikan bangunan (IMB) sudah dikeluarkan oleh Badan Penanaman Modal, Perizinan Terpadu Satu Pintu (BPMPTSP) Kota Tasikmalaya pada Kamis (2/1).

Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Kota Tasikmalaya Budhi Hermawan MH menjelaskan, pembukaan segel itu didasari adanya IMB yang sudah diterbitkan. Maka dari itu, pembangunan rusunawa tersebut kembali dilanjutkan.

“Aktivitas pembangunan gedung ini dapat kembali dilanjutkan,” ujarnya saat membuka penyegelan.

Menurutnya, gedung yang dibangun di Kampung Cileutik Kelurahan Sumelap Kecamatan Tamansari itu sebelumnya tidak mengantongi IMB dan dilaksanakan penyegelan serta penghentian aktivitas pembangunan sementara, Selasa (31/2). Mengacu terhadap Pasal 105 Ayat 1 Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun 2013 tentang Bangunan Gedung.

“Pemilik gedung yang sedang melaksanakan pembangunan gedung kemudian melanggar ketentuan, dikenakan sanksi administratif berupa penghentian sementara pada pekerjaan pelaksanaan pembangunan, sampai diperolehnya IMB,” kata dia.

Sementara itu, Kepala Biro Umum dan Keuangan Unsil Tasikmalaya H Nana Sujana menyebut pengajuan IMB sejatinya sudah diproses sejak lama. Semula, pihak Unsil akan menempuh syarat rekomendasi perizinan secara bertahap. Sesuai proses pembangunan yang akan digarap setiap tahun.

“Tadinya mau parsial, tetapi pemerintah meminta seluruh kawasan harus dibuat analisis dampak lingkungan dan lalu lintasnya. Maka kita tempuh itu, sehingga prosesnya agak lama,” kata dia.

Awalnya, lanjut Nana, pihak kampus hanya mengurus kelengkapan administrasi perizinan untuk pembangunan rusunawa saja. Akhirnya berdasarkan saran dan masukan, saat ini ditempuh untuk satu hamparan kawasan.

“Jadi ke depannya memang enak, ketika hendak membangun kembali syarat perizinan tidak harus dari awal,” ujar mantan Asda I Setda Kota Tasikmalaya tersebut.

Jelas Nana, pembangunan itu bersumber dari pemerintah pusat yang digarap Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mulai dari proses pelelangan, pelaksanaan kegiatan sampai pembayaran.

“Nanti setelah 100 persen pekerjaan selesai dan dilaksanakan serah terima untuk menjadi aset kampus. Kita hanya sebagai penerima manfaat dalam hal ini,” tuturnya. (igi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.