Juventus 3 vs Parma 3

Imbang, Massimiliano Allegri Murka

13
0
Massimiliano Allegri

TURIN – Mimpi Juventus untuk meraih poin penuh saat melawan Parma buyar sudah. Duel di stadion Juventus, Minggu (03/2) dini hari itu berakhir imbang 3-3. Padahal, Juventus sempat unggul sebelum akhirnya Parma berhasil menyamakan kedudukan.

Hasil imbang ini kontan membuat pelatih Juventus Massimiliano Allegri murka. Dia tak bisa mentolerir gol penyama yang dicetak Gervinho di penghujung laga. Di menit 93, bola di dekat bendera corner, Mario Mandzukic mengambil keputusan yang salah dengan bola. Parma mendapatkan kesempatan dan Gervinho menuntaskannya tanpa kesalahan.

“Buang saja bolanya!. Kami terlalu lemah dalam bertahan dan melakukan beberapa kesalahan,” kata Allegri perbuatan bodoh yang dilakukan Mandzukic itu seperti dikutip Football Italia.

Allegri memang benar-benar murka atas kekonyolan Mandzukic. Menurutnya, apa yang dilakukan pemainnya itu tidak didasari oleh pertimbangan yang matang. “Kami harus lebih fokus. Kami tak boleh menganggap enteng. Kami lengah setelah kedudukan 3-1, dan sekali lagi ketika menguasai bola yang berakhir jadi gol penyama kedudukan,” cetus Allegri.

Berbeda dengan Allegri, bintang Juventus Cristiano Ronaldo lebih bersikap tenang menghadapi hasil imbang timnya. Menurutnya, tak ada yang perlu dicemaskan dengan hasil akhir. “Ini sepak bola. Saya senang dengan gol yang saya buat. Namun, saya tidak menyukai hasil akhirnya,” kata Ronaldo.

Ronaldo membantah jika performa timnya tengah menurun karena sebagian besar pemainnya kelelahan. Parma memang menunggu kami melakukan kesalahan. Dan mereka berhasil melakukannya. Dan saya kira ini tak ada hubungannya dengan level kebugaran. Inilah sepak bola, di mana semua orang melihat Juve karena kami adalah tim terbaik. Dan mereka berhasil mempelajari cara-cara untuk mengalahkan kami,” katanya.

Dengan hasil ini, maka Parma menjadi tim Serie A kedua yang mampu mencuri poin di kandang Juventus musim ini. Sebelumnya, Genoa berhasil menahan imbang Juventus dengan skor 1-1 pada Oktober 2018 lalu.

Pelatih Parma Roberto D’Aversa mengaku puas dan bangga dengan perjuangan pasukannya. “Kami harus selalu turun ke lapangan untuk mendapatkan hasil, tak peduli siap lawan yang kami hadapi,” kata D’Aversa, seperti dikutip Football Italia.

“Mungkin tak ada yang mengira jika kami akan mendapatkan poin setelah tertinggal 1-3. Tapi pemain-pemain pengganti kami berhasil membuat perubahan dan mengembalikan kepercayaan diri kami,” katanya.

Unggul terlebih dahulu melalui dua gol Cristiano Ronaldo dan Deniele Rugani, Juventus gagal mempertahankan keunggulan mereka atas Parma, yang bertandang ke Stadion Juventus, Minggu (3/2) dini hari WIB.

Usai gol Ronaldo di menit ke-36 dan ke-66, serta gol Rugani, 17 menit setelah babak pertama dimulai, skuat asuhan Roberto D’Aversa mulai bangkit dari keter­purukan. Gol balasan Parma datang dari tandukan Antonino Barilla di menit ke-64. Gelan­dang tim, berjuluk Ducali Gialloblu bergerak tanpa kawalan saat men­erima umpan silang matang dari sisi kiri per­tahanan Juve.

Hanya butuh 10 menit bagi Pasukan Kuning Biru, untuk mencetak gol kedua mereka. Kali ini pemain asal Pantai Gading, Gervais Yao Kouassi atau Gervinho yang ikut men­catatkan namanya dalam papan skor.

Meman­faatkan sisi kiri Juve yang rentan, pasukan Parma mampu memanfaatkan celah itu untuk menghadirkan gol kedua mereka. Gervinho hanya perlu melakukan sentuhan kecil, untuk mengelabui Mattia Perin di bawah mistar gawang.

Pemain yang berposisi sebagai gelandang sayap itu, menyarangkan gol penyeimbang, tiga menit memasuki babak perpanjangan waktu. Skor 3-3 menutup hasil akhir laga tersebut. (ruf/fin/wsa)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.