Imbang Rasa Menang, PERSIJA 1 vs 1 PERSIB

30
PENYELAMAT. Pemain Persib Bandung Artur Gevorkyan (kanan) menjadi menyelamatkan usai mencetak gol ke gawang Persija Jakarta kemarin (10/7). Ferry Prakoso/ Radar Bandung

JAKARTA  – Judul di atas mungkin mewakili isi hati bobotoh, setelah duel antara tuan rumah Persija Jakarta Vs Persib Bandung di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, kemarin (10/7).

Duel ini tergolong ketat, karena kedua tim ingin memenangkan laga demi gengsi dan harga diri. Secara umum, duel melawan Macan Kemayoran ini memang berjalan ketat dan keras. Terbukti dari banyaknya kartu kuning yang dikeluarkan oleh wasit Fariq Hitaba. Bahkan ada kartu merah yang keluar dari kantungnya untuk pemain Persija Jakarta Novri Setiawan.

Pada pertandingan yang berlangsung dalam tempo yang tinggi itu, beruntung Maung Bandung punya Artur Gevorkyan. Datang dari bangku cadangan pemain asal Turkmenistan tersebut menjadi penyelamat pasukan Robert Alberts.

Satu golnya ke gawang Shahar Ginanjar mampu menghindarkan kekalahan dari rival abadinya di kancah sepak bola Indonesia itu. Persib  pun akhirnya pulang membawa satu poin. Sebuah hasil positif yang menjaga gengsi dari laga yang dijuluki El Clasico-nya Indonesia.

“Di babak pertama kami tidak bermain sesuai rencana karena banyak memainkan umpan panjang yang tidak dalam rencana. Saya rasa itu yang membuat pemain kehilangan kontrol dan tim lawan mendominasi,” kata pelatih Persib Bandung Robert Alberts usai laga.

Beruntung, di saat sedang kehilangan kontrol pertandingan, tidak ada gol yang tercipta ke gawang I Made Wirawan. Menurut Roberts banyak peluang dari Persija yang berpotensi menjadi gol.

“Beruntung kami tidak kebobolan karena ada beberapa peluang berbahaya dari tim lawan. Di babak kedua kami mulai bisa mengimbangi permainan dan menguasai beberapa area di lapangan.  Ketika laga berjalan fifty-fifty, kami kembali kemasukan melalui proses yang seharusnya tidak terjadi,” ujar dia memaparkan.

Pelatih asal Belanda itu tidak menutupi ketika timnya unggul  jumlah pemain, Supardi dkk mulai tampil lebih menekan.

“Ketika lawan bermain dengan sepuluh pemain, kami tampil lebih menekan. Jujur saya kecewa karena gagal meraih tiga poin, tapi patut disyukuri juga ada satu poin yang dibawa pulang dari Jakarta setelah sempat tertinggal satu gol. Ini seperti menang,” ucap dia.

Hanya mendapatkan satu poin tentu mengecewakan bagi sang Pelatih Persija Jakarta Julio Banuelos. Karena laga tersebut merupakan partai kandang pertama Persija di Liga 1 2019. Hasil laga mungkin tak sesuai harapan tetapi lain halnya dengan atmosfer SUGBK.

“Secara umum saya puas dengan kerja keras seluruh pemain dimana babak pertama kami memiliki enam-tujuh peluang cetak gol, tapi justru di babak kedua di akhir pertandingan kita kecolongan,” tuturnya.

Menurutnya, hasil lebih baik mungkin bisa didapatkan Persija andaikan Novri Setiawan tak menerima kartu merah di menit 78. Bermain dengan 10 orang membuat Persija kehilangan momentum sehingga cuma satu poin yang bisa diraih. (pra)

loading...
BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.