Impor Datang Harga Stabil

43
0
STABIL. Harga bawang putih di Pasar Singaparna mulai stabil ketika memasuki hari keempat Ramadan, Jumat (10/5). DIKI SETIAWAN / RADAR TASIKMALAYA

SINGAPARNA – Harga bawang putih di Kabupaten Tasikmalaya mulai stabil ketika impor datang. Sejak memasuki Bulan Ramadan, kenaikan harga terus terjadi. Bahkan, satu hari menjelang bulan puasa harga bawang putih mencapai Rp 90.000 per kilogramnya.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Tasikmalaya, Drs Heri Sogiri MM mengatakan kenaikan harga bawang putih disebabkan stok yang tersedia hanya mengandalkan kiriman dari Cirebon dan Brebes. Kabupaten Tasikmalaya tidak ada petani bawang lokal, karena memang kontur tanahnya tidak sesuai ditanam bawang.

“Dampaknya harga mengalami kenaikan ketika permintaan semakin banyak. Kami mencatat kenaikan bawang putih sejak menjelang Bulan Ramadan hingga Rp 80.000-90.000 per kilogramnya. Namun, di hari keempat puasa harganya sudah stabil dan turun lagi dikisaran Rp 48.000-50.000 per kilogramnya,” ujarnya kepada Radar, Jumat (10/5).

Lanjut dia, penurunan harga bawang putih pun disebabkan adanya impor dari Tiongkok. “Disperindag bersama Tim Satgas Pangan Polres Tasikmalaya, Satpol PP, Dinkes dan TNI akan melakukan sidak pasar pada pertengahan puasa atau seminggu jelang lebaran. Itu dilakukan untuk meminimalkan adanya penimbunan barang yang menyebabkan stok kurang dan harga meningkat,” katanya.

Zaki Misbahudin (30), pedagang sayuran di Pasar Singaparna membenarkan kenaikan bawang putih pada hari pertama Ramadan menyentuh angka Rp 90.000 per kilogramnya. “Kalau sekarang di hari keempat puasa, turun lagi dan mulai stabil di harga Rp 48.000-50.000 per kilogramnya. Naiknya karena memang pasokan barang kurang, permintaan selalu meningkat jelang Ramadan,” ujarnya.

Selain itu, kata dia, menurut bandar bawang putih pasokan berkurang karena impor dari Tiongkok tersendat beberapa waktu saat Pemilu 2019. Kemudian impor baru masuk kembali setelah empat hari Ramadan. “Ketika impor ada, harga langsung stabil,” paparnya.

Yeni Hayati (35), pembeli bawang putih di Pasar Singaparna mengaku bingung ketika harga bahan pokok terus naik. “Saya kadang bingung mengatur uang untuk belanja,” paparnya.(dik)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.