Impor Mei 2019 Turun 5,62 Persen

19
0

JAKARTA – Badan Pusat Statistik (BPS) merilis volume impor pada bulan Mei 2019 mengalami penurunan 5,62 persen secara bulanan atau month to month.

“Total nilai impor pada Mei 2019 sebesar 14,53 miliar dolar AS,” kata Kepala BPS Suhariyanto di Jakarta Senin (24/6).

Suhariyanto merinci barang yang masih impor di antaranya mesin pesawat mekanik, mesin peralatan listrik, besi hingga plastik dan barang dari plastik.

Selain itu, impor terjadi juga pada kendaraan dan bagiannya, bahan kimia organik, serelia, ampas atau sisa industri makanan dan berbagai produk kimia.

Untuk barang impor yang mengalami penurunan adalah bahan baku dan barang modal. Komponen yang paling besar seperti mobile phone, emas batangan hingga raw sugar.

Sementara impor kelompok sayuran mengalami kenaikan yakni bawang putih dari China. Ada juga biji kerak dan agu logam dan ampas sisa industri makanan juga meningkat.

Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Nailul Huda mengatakan, jika melihat dampak secara total, patut bersyukur tren neraca perdagangan Indonesia kembali surplus.

“Surplusnya perdagangan kita lebih banyak disebabkan oleh menurunnya defisit migas kita. Impor migas kita sangat berkurang besar dibandingkan bulan April 2019. Non migas kita juga mengalami surplus setelah bulan April 2019 mengalami defisit yang cukup dalam,” kata Huda.

Namun, Huda mengingatkan pemerintah bahwa turunnya impor dikarenakan turunnya impor barang bahan baku atau penolong dan barang modal.

“Kedua jenis barang ini merupakan bahan baku produksi utama di dalam negeri. Sedangkan impor barang konsumsi mengalami kenaikan pada bulan Mei dibandingkan bulan April,” pungkas Huda. (din/fin)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.