Italia vs Bosnia

INCAR HASIL BERBEDA

17
0
Lorenzo Insigne

TURIN – Sejak ditangani Roberto Mancini, Italia kini menjadi ancaman serius di EURO 2020. Di Grup J, Italia kini bertengger di pucuk klasemen sementara dengan raihan 9 poin dari hasil tiga kali laga.

Melawan Finlandia di kualifikasi EURO 2020, Italia menang meyakinkan dengan skor 2-0. Kemudian, Roberto Insigne dan kawan-kawan melumat Liechtenstein dengan skor 6-0. Dan saat melawat ke markas Yunani, Italia juga masih digdaya dan menang 3-0.

Nah, di matchday keempat, Italia akan menjamu Bosnia Herzegovina di Allianz Stadium, Turin, Rabu (12/6) dini hari. Melawan Bosnia, ini menjadi peluang Gli Azzurri untuk memperkokoh posisi mereka di klasemen Grup J.

Di atas kertas, Italia tak akan kesulitan mengatasi perlawanan Bosnia di Turin. Selain bertindak sebagai tuan rumah, Mancini juga tidak dipusingkan dengan absennya pemain. Sejumlah pemain top sudah siap diturunkan.

Di depan, trio Bernardeschi, Belotti dan Insigne akan menjadi ancaman serius barisan pertahanan Bosnia yang kemungkinan akan diisi Todorovic, Sunjic, Zukanovic dan Civic. Tiga pemain ini akan didukung Jorginho, Barella dan Verratti yang belakangan ini bermain sangat bagus.

Ingat, Nicolo Barella adalah salah satu penyumbang gol Italia saat mereka membekuk Finlandia di Friuli. Satu gol lainnya dicetak Moise Kean. Demikian juga saat melawan Liechtenstein di Parma, 6 gol yang dilesakkan Italia disumbangkan oleh 5 pemain berbeda. Yaitu Stefano Sensi, Marco Verratti, Fabio Quagliarella (2 gol), Kean dan Leonardo Pavoletti. Sedangkan Barella, Lorenzo Insigne dan Leonardo Bonucci adalah penyumbang gol saat Italia bentrok melawan Yunani.

Jika melihat data di atas, artinya hampir semua pemain Italia sangat berbahaya. Mereka memiliki kemampuan mencetak gol yang cukup mumpuni. Utamanya Barella dan Verratti. Kedua pemain ini bisa mengambil peran sebagai monster mengerikan di daerah pertahanan lawan saat bomber mereka kesulitan mencetak gol.

Kami harus fokus dengan setiap pertandingan yang kami hadapi. Karena setiap poin yang kami dapatkan sangat berarti untuk menentukan nasib kami di turnamen ini, kata Roberto Mancini di Football Italia.

Jika Italia terlihat superior, Bosnia sedang tertatih-tatih. Anak asuh Robert Prosinecki ini baru meraih empat poin dari tiga laga. Bosnia menang 2-1 saat menjamu Armenia lewat gol-gol Rade Krunic dan Deni Milosevic. Mereka kemudian imbang 2-2 menjamu Yunani melalui gol-gol Edin Visca dan Miralem Pjanic. Terakhir, Bosnia menyerah 0-2 di tangan Finlandia.

Memang, Italia bersama Mancini telah menemukan pola permainan yang pas dan terus menunjukkan perkembangan. Namun, Bosnia tetaplah tim yang tak bisa diremehkan. Tim asal Eropa Timur ini memiliki sejumlah pemain yang cukup berbahaya. Salah satunya tentu saja Pjanic.

Pjanic diklaim pemain yang sangat berbahaya karena dia dianggap sangat mengetahui permainan Italia. Pjanic, adalah salah satu pilar Juventus. Pemain lainnya tentu saja Edin Dzeko. Pemain AS Roma itu adalah kapten sekaligus pemegang rekor penampilan dan gol Bosnia.(wsa/fin)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.