Indikator Ekonomi Makro Relatif Baik

11

Siapa Presiden Pilihan Mu ?

JAKARTA – Indikator ekonomi makro Indonesia secara umum saat ini dinlai relatif baik. Hal ini terbukti berdasarkan rata-rata pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) yang menyentuh angka 5 persen sejak 2014. Selain itu, tingkat inflasi dapat dikendalikan di kisaran level 3,5 persen per tahun. Sementara tingkat kemiskinan telah berkurang hingga lebih dari setengah sejak 1999 atau 9.8% pada tahun 2018.

Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan Energi, Sumber Daya Alam, dan Lingkungan Hidup Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian (Kemenko Perekonomian) Montty Girianna mengatakan, saat ini Indonesia masih dikategorikan sebagai negara berkembang yang berpenghasilan menengah.

Tercatat, PDB 2017 mencapai USD3,847 per kapita. Namun, menurutnya, masih diperlukan upaya untuk menjadikan Indonesia sebagai negara berpendapatan tinggi. “Indonesia perlu terus berupaya untuk meningkatkan produktivitas, termasuk di sektor energi, tentunya juga dengan menjamin ketersediaan dan keterjangkauannya,” ujar Montty Selasa (23/10).

Montty menerangkan, Indonesia merupakan anggota G-20, sebuah forum yang secara kolektif merepresentasikan 85% output ekonomi global, 2/3 total penduduk dunia, 75% perdagangan internasional, serta 80% investasi global.

Di lain hal, Indonesia juga dihuni oleh sekitar 265 juta orang sehingga menjadikannya sebagai negara berpenduduk terbesar ke-4 di dunia. Indonesia juga menyandang gelar sebagai negara dengan ekonomi terbesar ke-10 di dunia dan yang terbesar di Asia Tenggara yang diukur berdasarkan indikator Paritas Daya Beli (PPP).

“Namun, pesatnya perkembangan ekonomi dunia saat ini masih diwarnai ketidakpastian yang dipicu oleh intensitas persaingan perdagangan yang meningkat. Eskalasi tersebut diprediksi dapat mengurangi Produk Domestik Bruto (PDB) Global hampir 1%,” sambungnya. Sebagai salah satu instrumen pemacu pertumbuhan ekonomi, pemerintah turut menaruh perhatian terhadap keberlanjutan pasokan energi, termasuk dengan menciptakan peluang investasinya, baik di dalam maupun luar negeri. Salah satu caranya dengan menyediakan lebih banyak kemudahan dalam peningkatan daya tarik investasi tersebut.

“Dinamika perkembangan ekonomi makro juga dipengaruhi oleh pergerakan pasar energi global. Pada kesempatan ini, kita akan melihat kondisi energi global pada tahun-tahun sebelumnya, kondisi energi tanah air, dan membahas skenario ke depan,” pungkas Montty. (riz/fin)

CALEG KITA

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.