Indonesia Berhasil Pertahankan Gelar ASEAN

27
0
twitter BERPRESTASI. Tim bulu tangkis beregu putra Indonesia meraih prestasi tertinggi di SEA Games 2019, kemarin.

MANILA – Tim bulu tangkis beregu putra Indonesia berhasil mempersembahkan prestasi gemilang pada ajang yang berlangsung di Filipina. Ya, Anthony Sinisuka Ginting dan kawan-kawan sukses mempersembahkan gelar juara sekaligus medali emas pada pesta olahraga dua tahunan tersebut.

Raihan terbaik tim beregu putra Merah Putih itu didapat usai mereka berhasil mengalahkan Malaysia di babak final. Pada laga yang berlngsung di Muntinlupa Sports Complex, Filipina, Rabu (4/12) kemarin, Indonesia berhasil menggulung Malaysia 3-1.

Pasangan Wahyu Nayaka Arya Pankaryanira/Ade Yusuf menjadi penentu kemenangan tim beregu putra Indonesia di partai keempat. Pada partai pertama, Indonesia yang menurunkan Jonatan Christie berhasil menang mudah atas Lee Zii Jia. Hanya butuh waktu 32 menit pemain yang akrab disapa Jojo itu menyingkirkan Lee dalam dua set langsung dengan skor 21-9 dan 21-17. Alhasil Indonesia memimpin 1-0 atas Malaysia.

“Akhirnya bisa sumbang poin untuk Indonesia, rasanya senang banget. Pastinya pertandingan ini tidak mudah, karena babak final apalagi bertemu Malaysia. Bulu tangkis Indonesia lawan Malaysia itu gengsinya sama tegangnya pasti ada. Dari supporter juga ramai. Saya harus pintar-pintar jaga emosi dan polanya jangan berubah. Dan tetap fokusnya harus ada di lapangan,” ungkap Jojo seperti dikutip dari situs resmi PBSI, Rabu (4/12) kemarin.

Sayang hasil baik Jojo tak mampu diikuti oleh pasangan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto yang menelan kekalahan dari Aaron Chia Teng Fong/Soh Wooi Yik di partai kedua. Dalam duel itu, mereka kalah 17-21, 13-21.

Kekalahan yang diterima Fajar/Rian ini menambah koleksi rekor kekalahan atas Chia/Shoh menjadi 0-4. Sebelum bertemu di final beregu putra SEA Games 2019 ini, terakhir Fajar/Rian berhadapan degan Chia/Shoh di ajang China Open 2019. “Pertama kami ingin mohon maaf karena nggak bisa menyumbang poin. Kami enggak bisa mengeluarkan permainan kami. Kami juga enggak bisa keluar dari tekanan lawan,” ujar Fajar.

“Kami sudah coba tapi hasilnya seperti itu. Di game pertama seharusnya setelah menyusul 16 sama kami bisa ambil kesempatan. Tapi akhirnya kalah karena melakukan kesalahan yang tidak perlu,” tambahnya.

Di gim ketiga, Indonesia kembali mengungguli Malaysia 2-1. Hal itu setelah Anthony berhasil mengalahkan Soong Joo Ven lewat pertarungan sengit hingga berlangsung rubber game. Antony menang atas Soong dengan skor 13-21, 21-15 dan 21-18 dalam 69 menit. Pertemuan ini merupakan yang kedua buat Anthony dengan Soong.

Sebelumnya pada Vietnam Open 2016 Anthony mengalahkan Soong melalui rubber game 16-21, 21-14, 21-13. “Puji Tuhan hari ini bisa menyumbangkan poin untuk Indonesia di babak final. Terus bisa menyelesaikan pertandingan dengan baik tanpa cedera,” ujar Anthony usai laga. Indonesia memastikan kemenangan di partai keempat.

Ya, Indonesia yang menurunkan pasangan Wahyu Nayaka Arya Pankaryanira/Ade Yusuf berhasil meraih kemenangan atas Ong Yew Sin/Teo Ee Yi dengan skor 21-16, 21-19. “Ambisi kami memang luar biasa untuk menang di sini. Apalagi ini SEA Games pertama kami,” kata Wahyu usai laganya.

“Alhamdulillah bisa menyumbangkan medali emas buat Indonesia. Kami tadi lebih ingin membuktikan. Pelatih sudah memberikan kepercayaan, jadi kami enggak mau menyia-nyiakannya,” imbuh Ade.

Hasil ini membuat Wahyu/Ade unggul 3-2 dalam catatan pertemuannya. Wahyu/Ade sebelumnya sudah berhadapan empat kali dan mengamankan dua kemenangan dari Ong Yew Sin/Teo Ee Yi. “Kemenangan ini untuk Indonesia, orang tua, keluarga dan kekasih saya,” ucap Ade.

“Medali emas SEA Games ini saya persembahkan khusus buat anak saya. Memang dari awal meniatkan dapat hasil terbaik untuk anak saya dan keluarga,” kata Wahyu.

Jelas, kemenangan Wahyu/Ade ini membuat indonesia unggul 3-1 atas Malaysia dan tidak perlu melanjutkan pertandingan partai kelima yang sejatinya akan mempertemukan Shesar Hiren Rhustavito menghadapi Lim Chong King.

Menanggapi hasil ini, kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI, Susy Susanti mengaku pencapaian tim beregu putra Indonesia ini sesuai target yang dicanangkan. Namun, ia menyoroti kekalahan Fajar/Rian yang dinilainya dalam performa kurang baik.

“Medali emas sesuai target kami untuk mempertahankan gelar di beregu putra. Penampilan atlet-atlet juga cukup baik, hanya Fajar/Rian yang kurang baik performanya,” tutur Susy.

Lebih lanjut, strategi pemain seperti ini juga sudah disiapkan pihaknya sejak lama. Ya, sebelum bertolak ke Manila, tim beregu putra sempat beberapa kali mengalami perubahan. Nama Leo Rolly Carnando dan Daniel Marthin yang semula dipasang, akhirnya digantikan oleh Anthony Sinisuka Ginting. Susy mengaku strategi itu memang untuk mempertahankan medali emas dari nomor beregu. (gie/fin/tgr)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.