Siapa calon Bupati Tasikmalaya pilihan anda?

0.8%

8.8%

2.5%

26.3%

2.6%

49.9%

0.1%

9.1%

0%

Indonesia Pulang Tanpa Gelar

12
0
Protes. Anthony Sinisuka Ginting melakukan protes kepada wasit di Hong Kong Open 2019.

HONG KONG – Indonesia pulang dengan tangan hampa dalam Hong Kong Open 2019. Dari dua wakil Indonesia yang tersisa, semua tumbang pada babak final di Hong Kong Coliseum, Minggu (17/11).

Kekalahan pertama dialami Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan. Menyandang unggulan kedua, The Daddies-sebutan Hendra/Ahsan- harus mengakui ketangguhan ganda putra Korea Selaran, Choi Solgyu/Seo Seung Jae. Dalam turnamen level Super 500 ini, wakil Indonesia tumbang setelah bermain rubber game dengan skor 21-13, 13-21, 12-21. Dengan hasil itu, Hendra/Ahsan harus menutup tahun ini dengan tiga gelar puncak hingga November ini.

Hasil itu juga menunjukkan penurunan prestasi pasangan tersebut. Dengan catatan tiga kali menang dari 11 laga final yang sudah dimainkan, rasio kemenangan Ahsan/Hendra pada partai puncak sepanjang tahun ini pun cuma 30 persen.

Sejak awal gim, dikuasai oleh Hendra/Ahsan dan mereka membuat Choi/Seo tidak dapat mengembangkan permainan. Sebaliknya di game kedua, akurasi pengembalian Hendra/Ahsan mulai berkurang. Sedangkan Choi/Seo semakin percaya diri dan unggul jauh meninggalkan Hendra/Ahsan.

“Staminanya pasti sudah menurun ya, yang paling kelihatan di game kedua dan ketiga. Lawan pun enggak mati-mati. Serangan kami juga sudah menurun. Waktu kami mau coba lagi, pola main mereka sudah jadi,” kata Ahsan dalam siaran resmi PBSI, kemarin.

“Mereka (Pasangan Korea) enggak gampang mati, defense-nya rapat. Di game pertama mereka terlalu ikut permainan kami. Di game kedua, mereka mulai main bertahan dengan serang balik,” tambah Hendra.

Dalam dua rangkaian turnamen yang mereka ikuti di Fuzhou China Open 2019 dan Hong Kong Open 2019, hasil yang diraih Hendra/Ahsan tidaklah jelek. Pada turnamen Fuzhou China Open 2019, Hendra/Ahsan terhenti di perempat final dan di Hong Kong Open 2019 mereka menembus babak final.

Apalagi dengan usia yang sudah tidak lagi muda, The Daddies masih bisa tampil konsisten dan menunjukkan taji. “Alhamdulillah hasilnya cukup baik di dua turnamen ini, kami bersyukur bisa masuk final hari ini. Tapi memang banyak yang mesti dievaluasi. Dari kekuatan, harus ditambah lagi,” ungkap Ahsan.

“Turnamennya kan banyak yang mepet, harus pintar-pintar mengatur waktu antar turnamen dan harus jaga kondisi. Setelah ini kami akan kembali ke Jakarta untuk persiapan BWF World Tour Finals 2019,” tambahnya.

Harapan Indonesia di sektor tunggal putra juga pupus, setelah Anthony Sinisuka Ginting harus puas menjadi runner up. Langkahnya terhenti setelah ditaklukkan wakil tuan rumah, Lee Cheuk Yiu, lewat laga rubber game dengan skor 21-16, 10-21, 20-22.

Di game pertama, Anthony bermain cukup baik, ia jauh memimpin perolehan skor. Meskipun Lee sempat mendekat, Anthony mengamankan game pertama dengan skor 21-16.

Pada game kedua dan ketiga, penampilan Anthony justru antiklimaks. Ia begitu banyak melakukan kesalahan sendiri dan beberapa kali mati langkah dalam mengembalikan pukulan-pukulan Lee yang saat itu tidak terlalu berbahaya. Anthony sempat memperkecil ketertinggalannya bahkan balik memimpin dengan skor 20-19, namun Lee memaksakan terjadinya setting.

Saat tertinggal 20-21, satu sambaran Anthony di depan net dinyatakan fault oleh wasit karena ujung raketnya dinilai melewati net. Champion point pun diraih Lee. “Tentunya saya sangat kecewa, marah dan merasa keputusan wasit tidak fair. Ini terjadi di poin kritis dan saya merasa tidak ada yang salah. Tapi namanya permainan, saya harus bisa menerima, ada yang menang dan ada yang kalah,” kata Anthony setelah pertandingan.

“Saya sudah mempersiapkan diri dengan baik, saya tahu Lee akan bermain dengan percaya diri di depan publiknya sendiri. Waktu di game kedua itu memang ada perubahan cara main karena kondisi angin,” sebut Anthony.

“Di game ketiga saat ketinggalan, saya ingat di babak sebelumnya saya pernah begini dan bisa menang, lalu saya semangat lagi dan bisa menyusul. Tapi akhirnya seperti ini. Saya kurang beruntung,” tandasnya. (fin/tgr)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.