Induk “Meongcongkok” itu Sering Datangi Kandang Anaknya Terperangkap Ditempat yang Sama

407
0
Loading...

Salah satu hewan langka terjerat perangkap yang dipasang warga, di lahan perkebunan Jalan Hortikultura RT 1 RW 5, Desa Jayagiri, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat.

Hewan langka itu sejenis kucing. Sejauh ini masyarakat lebih mengenal hewan itu dengan sebutan “Meongcongkok”, yang artinya kucing hutan.

Didalam kandang, anak meongcongkok itu seakan aneh bahkan ketakutan ketika orang-orang mulai berdatangan dan berkerumun di sekitaran tempatnya diamankan.

Ketakukan dari anak kucing hutan itu terpancar dari kedua matanya yang menyorot tajam, hingga melakukan gerakan yang seakan siap melawan.

Edi Santoso ,42, warga yang pertama kali menemukan kucing hutan itu mengaku, hewan langka tersebut terjerat perangkap pada minggu lalu, atau tepatnya hari Rabu (13/3) di sekitar pohon bambu.

Loading...

Awalnya, yang terkena perangkap itu diduga induk dari anak “meong” tersebut. Sebab, hanya berselang tiga hari, perangkap musang yang dipasangnya itu kembali menjerat hewan yang sama.

“Betul, Kedua kucing itu terperangkap di tempat yang sama. Tapi yang pertama sudah kita lepas, karena hewan ini kan dilindungi,” kata Edi.

Untuk menghindari dimangsa hewan buas serta pemburu babi liar, Edi membawa meongcongkok yang diperkirakan berusia 2 bulan itu ke rumahnya. Sebab, di area perkebunan sering ada pemburu.

“Saya khawatir binatang ini diburu orang atau dimangsa hewan buas,” ujarnya.

Setelah diamankan dalam kandang, dugaan bahwa yang tertangkap lebih dulu itu adalah induk dari anak meong tersebut, semakin kuat. Terlebih, meongcongkok itu sering mendatangi kandang setiap malam.

” Sering terdengar bunyi daun kering yang diperkirakan berasal dari langkah induknya. Hampir tiap malam, induknya itu datang ke kandang anaknya,” ujarnya.

Sebelumnya, warga mengira hewan yang sering berkeliaran di perkebunan adalah seekor macan tutul.” Kini sudah dipastikan kalau hewan yang berkeliaran di sekitar perkebunan adalah meong congkak,” tuturnya.

Ketua RT setempat, Wawan mengatakan, seminggu sebelum meong congkak ini diamankan, warga dihebohkan dengan dugaan macan tutul yang berkeliaran di perkebunan warga.

“Waktu ngobrol sama ibu-ibu sekitar, istri saya bilang katanya di bawah ada macan tutul. Teman saya juga pernah bilang kalau dia pernah lihat,” kata Wawan.

Selain meong congkak, Wawan menambahkan, warga juga pernah menemukan hewan liar lainnya seperti ular python dan monyet putih.

Bahkan, puluhan tahun lalu sebelum ramai dibangun hotel dan rumah warga, gerombolan monyet sering naik ke permukiman warga.

“Kalau macan belum tahu, makanya warga heboh takut ada macan. Tapi, sementara dipastikan kalau hewan yang berkeliaran adalah kucing hutan atau yang biasa disebut meong congkak,” tambahnya.

Berdasarkan penelusuran, meong congkok atau dalam bahasa latinnya bengalensis ini berjenis kucing liar dan merupakan salah satu spesies kucing yang dilindungi di Indonesia sebagaimana tertuang dalam Lampiran PP No. 7 Tahun 1999, dan ada kententuan dalam UU Nomor 5 Tahun 1990. (Gatot Poedji Utomo/Radar Bandung)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.