Inflasi Diprediksi Melonjak

22
0

JAKARTA – Pemerintah tengah was-was inflasi lebih tinggi dari proyeksi pemerintah tahun ini sebesar Rp 3,5 persen. Pasalnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pada Juni 2019 posisi inflasi 0,55 persen. Sedangkan komponen inti mengalami inflasi 0,38 persen.

“Inflasi disebabkan bahan makanan yang sedikit tinggi. Inflasi inti 0,38 persen, jika 12 ke depan itu bisa di atas 4 persen,” kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution Senin (1/7).

Untuk itu, upaya yang akan dilakukan pemerintah untuk menahan laju inflasi adalah yang paling utama mengendalikan harga pangan.

“Pengendalian harus dilakukan sekarang ini, di semester dua. Kalau dimulai Oktober sudah telat. Jadi jangan sampai (inflasi) di atas 4 persen,” kata Darmin.

Direktur Riset Center of Reform on Economics (Core) Indonesia Pieter Abdullah mengatakan, bahwa inflasi di atas 4 persen masih dalam kondisi aman. Hal ini inflasi 4.5 persen kasih dalam range target.

“Target pemerintah bukan 3,5 persen, tapi 3,5 plus minus 1. Jadi range antara 2,5 sampai dengan 4,5 persen,” ujarnya.

Dia memperkirakan inflasi masih on the track. Namun, inflasi saat ini lebih tinggi ketimbang tahun lalu karena disebabkan volatile foods dan sedikit kenaikan inflasi inti. Namun, menurut dia masih dalam tahap wajar. “Yang harus dilakukan pemerintah utamanya adalah menjaga inflasi volatile foods dengan menjaga pasokan supply. Itu utamanya,” ujar dia.

Saran dia, untuk mencapai target yakni pemerintah tidak menaikkan harga BBM subsidi, harga gas bersubsidi dan tarif dasar listrik (TDL). “Kalau itu dilakukan inflasi akan membumbung tinggi,” ucap dia. (din/fin)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.