Inflasi Kota Tasik pada Semester 1-2019 Terendah dalam 10 Tahun Terakhir

73
0
Istimewa HIGH LEVEL MEETING. Kepala KPwBI Tasikmalaya Heru Saptaji (ketiga, kiri) memaparkan evaluasi inflasi semester 1-2019. Pembahasan dilakukan saat High Level Meeting TPID Priangan Timur di Aula KPwBI Tasikmalaya Selasa (23/7).

TASIK – Inflasi Kota Tasikmalaya pada semester 1-2019 terkendali di angka 1,60% year on year (yoy). Angka inflasi tersebut terendah dalam 10 tahun terakhir serta lebih rendah dibandingkan inflasi nasional dan Jawa Barat.

Hal itu terungkap saat High Level Meeting Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Priangan Timur di Aula Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Tasikmalaya Selasa (23/7).

Kepala KPwBI Tasikmalaya Heru Saptaji mengatakan, hasil evaluasi semester 1-2019 inflasi Kota Tasikmalaya masuk dalam tujuh kota atau kabupaten dengan inflasi terendah di Pulau Jawa. Antara lain Kota Tasikmalaya, Cirebon, Jember, Kediri, Probolinggo, Banyuwangi dan Sumenep.

Ia menjabarkan, inflasi di Jawa tercatat 2,33 persen, adapun inflasi Kota Tasikmalaya lebih rendah dibandingkan inflasi Jawa Barat, Jawa dan nasional. “Inflasi Kota Tasikmalaya tercatat 1,60% (yoy), angka ini lebih rendah dibandingkan Juni 2018 yang berada di angka 2,30 persen,” katanya.

Bahkan, sambungnya, inflasi Kota Tasikmalaya mengalami tren yang terus membaik. “Inflasi tahunan pada Juni 2019 tercatat sebagai inflasi terendah dalam 10 tahun terakhir,” tegasnya. Dengan pencapaian ini, maka pengendalian inflasi yang dilakukan TPID sudah baik.

Ia menjelaskan, upaya yang telah dilakukan TPID Priangan Timur dalam mengendalikan inflasi semester 1-2019 antara lain kerja sama konektivitas perdagangan antar daerah, pembentukan ekspektasi masyarakat, pasar murah rakyat dan lain-lain.

“Langkah strategis yang dilakukan TPID menghasilkan capaian yang menggembirakan. Namun hal ini tidak membuat kita berpuas diri, tetap terus mengantisipasi agar tidak ada lonjakan inflasi di semester II-2019,” ujar dia.

Heru melanjutkan, TPID Priangan Timur berkomitmen untuk terus melakukan langkah strategis dalam pengendalian inflasi dan menyangga ketahanan pangan di semester kedua ini.

Lanjutnya, komoditas yang berpotensi mengatrol angka inflasi di semester II-2019 yakni beras, bawang, telur ayam ras dan daging ayam ras. “Mesti ada institusi atau lembaga yang menyerap produksi petani dan peternak, agar komoditas mengendap di wilayah kita (Priangan Timur, Red). Sehingga stok bisa aman dalam menghadapi kemarau panjang,” katanya. (mg1)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.