Inflasi Naik, Dipicu Telur dan Ayam

132
0

TASIK – Inflasi Kota Tasikmalaya pada Mei 2018 naik sebesar 0,42% (mtm) atau 3,28% (yoy). Angka tersebut meningkat dibandingkan bulan sebelumnya maupun rata-rata historis 5 tahun terakhir.

Manager Unit Pengembangan Ekonomi BI Tasikmalaya Yusi Yuliana mengatakan berdasarkan disagregasinya, sumbangan inflasi terbesar berasal dari kelompok volatile food, terutama didorong oleh kenaikan harga telur dan daging ayam ras, serta kelompok inti terutama aneka makanan jadi seperti ayam goreng dan martabak.

“Kelompok administered prices juga masih menjadi penyumbang inflasi, seiring masih berlanjutnya kenaikan harga rokok,” ujar Yusi kepada Radar Minggu (11/6).

Yusi menjelaskan, peningkatan harga telur dan daging ayam ras terjadi karena pemintaan masyarakat yang meningkat selama ramadan. “Efeknya harga ayam goreng dan martabak yang notabene menggunakan bahan telur turut meningkat,” ujarnya.

Lanjutnya, komoditas telur dan daging ayam ras seringkali menjadi penyumbang inflasi karena tingginya tingkat konsumsi masyarakat Kota Tasikmalaya akan kedua komoditas tersebut.

Hal ini karena harganya yang relatif murah jika dibandingkan harga daging sapi dan sepertinya menjadi kegemaran masyarakat Tasikmalaya untuk mengkonsumsi ayam. “Bisa kita lihat dari banyaknya  pedagang ayam goreng di Kota Tasikmalaya,” terangnya.

Yusi menghimbau masyarakat dapat mengubah pola konsumsi yaitu tidak hanya mengkonsumsi daging ayam dan telur saja tetapi juga komoditas lainnya seperti ikan, tahu, tempe, sayur-sayuran dan bahan pangan lainnya yang kandungan gizinya tidak kalah dengan telur dan ayam. “Dengan demikian permintaan telur dan ayam tidak tinggi sehingga harga dapat stabil,” terangnya. (na)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.