Siapa calon Bupati Tasikmalaya pilihan anda?

0.2%

2.4%

54.4%

6.9%

0.7%

13%

0%

22.4%

0%

Inflasi November Naik Tipis 0,22 Persen

14
0

JAKARTA – Inflasi pada bulan November 2019 diperkirakan naik tipis dari 0,02 persen di bulan Oktober, menjadi 0,22 persen secara bulanan atau month to month (mtm). Proyeksi ini setara 3,08 persen secara tahunan atau year on year (yoy).

Kepala Ekonom Bank Mandiri Andri Asmoro mengatakan, bahwa secara kumulatif dari Januari sampai November 2019 inflasi menyentuh di level 2,43 persen year to date (ytd), lebih kecil dari periode yang sama tahun lalu sebesar 2,50 persen ytd.

“Inflasi bulan November 2019 dipicu faktor musiman menuju akhir tahun. Hasil survei dari Bank Mandiri, inflasi disumbang dari kenaikan harga pangan yakni bawang merah, daging ayam dan telur ayam,” ujar dia di Jakarta, Minggu (1/12).

Sementara komoditas cabai merah dan cabai rawit, kata dia, mengalami penurunan atau deflasi. Sedangkan untuk harga beras masih relatif stabil dibandingkan bulan Oktober. “Di luar bahan pangan, rokok kretek, tarif tol, mengalami kenaikan di akhir tahun,” katanya.

Menurut dia, hingga Desember 2019 inflasi masih akan stabil di angka 3,14 persen. Angka tersebut berbeda tipis dengan prediksi Bank Indonesia (BI), inflasi di kisaran 3,14 sampai 4,5 persen dengan titik tengah 3,1 persen.

Dengan inflasi yang rendah, lanjut dia, BI akan tetap mengeluarkan kebijakan moneter yang akomodatif. Kebijakan tersebut sama dengan beberapa bank sentral lainnya di dunia memasuki 2020.

“BI masih ada ruang untuk memangkas suku bunga acuan 25 basis poin menjadi 4,75 persen,” ucapnya. Sebelumnya Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan inflasi pada Oktober 2019 0,02 persen disumbang tertinggi dari kelompok makanan, minuman dan rokok. (din/fin)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.