Ingin Air Bersih Harus Beli

802
1
NANA SURYANA / RADAR TASIKMALAYA BELI AIR. Warga Majingklak Desa Pamotan Kecamatan Kalipucang membeli air bersih untuk kebutuhan sehari-hari kemarin.

Mau Gratis Tunggu Hujan, Proyek Pipanisasi Hanya Wacana
KALIPUCANG – Selama bertahun-tahun, ratusan warga yang tinggal di Dusun Majingklak Desa Pamotan Kecamatan Kalipucang mendambakan air bersih. Untuk kebutuhan sehari-hari, warga yang hidup di sekitar Muara Citanduy itu harus membeli air bersih. Karena sumber air tanah mereka payau.
Maryono (38), warga RT 01 RW 06 Dusun Majingklak mengatakan dirinya harus merogok uang hingga Rp 500 ribu per bulan untuk membeli air bersih yang dijual keliling. “Kita terpaksa beli air karena butuh. Air di tempat kita kan gak bisa dipake minum karena keruh dan asin,” ujarnya kepada Radar.
Menurut dia, satu tangki air berisi 1.000 liter dijual seharga Rp 50.000 oleh penjual air keliling. “Untuk kebutuhan masak dan mandi sehari-hari. Rata-rata satu tangki itu cuma cukup tiga hari,” ungkapnya.
Rencana pipanisasi air bersih, kata dia, hanya sekadar wacana yang sejak bertahun-tahun tidak pernah terealisasi. “Dari dulu mau ada bantuan penyaluran air bersih. Sampai sekarang belum pernah jadi. Mungkin masuk kantong sendiri saja,” keluhnya.
Suparmin (48), warga lainnya juga berharap perhatian pemerintah untuk menyediakan sarana air bersih. “Di sini air bersih itu mahal. Harus beli. Paling yang gratis nunggu hujan saja. Kita tampung pakai tangki. Enggak tahu kapan kita bisa menikmati air bersih tanpa harus beli,” kata dia.
Surono (46), salah seorang penjual air bersih keliling mengatakan dalam sehari, ia mampu menjual air bersih antara 2.000 sampai 4.000 liter. “Tiap hari ada saja yang beli. Soalnya warga di sini cukup banyak. Satu dusun hampir beli air semua,” ungkapnya.
Menurut dia, air bersih yang ia dapatkan diambil dari sumber air di Desa Pamotan yang jauh dari sungai sehingga layak dikonsumsi. (nay)

Loading...
loading...

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.