Legislator, DPRD Kota Tasikmalaya

Ingin Bermanfaat bagi Masyarakat

56
0
H Muslim Sumarna MSi

Mengawali karier sebagai guru sekolah dasar (SD) pada tahun 1983, H Muslim Sumarna MSi kini fokus mengabdikan diri di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tasikmalaya.

Dengan diberi mandat untuk masuk di Komisi IV, yang membidangi pendidikan, kesehatan serta kesejahteraan masyarakat bukanlah hal baru bagi pria yang lahir pada tahun 1960 ini.

Sebelum masuk sebagai anggota DPRD Kota Tasikmalaya periode 2014-2019, H Muslim pun sudah banyak berkiprah di masyarakat. Salah satunya dengan mendirikan Yayasan Pendidikan Islam Mathlaunnajah di Paseh Kelurahan Tuguraja Kecamatan Cihideung.

“Saya lama bertugas sebagai pengawas pendidikan di Kementerian Agama Kabupaten Tasikmalaya. Saya mengajukan pensiun dini, pada waktu itu di tahun 2012,” tuturnya.

Hampir lima tahun menyelesaikan tugas sebagai anggota DPRD di periode ini, ada beberapa fokus pembangunan yang sudah dilakukan oleh H Muslim.

Salah satu fokusnya adalah peningkatan pembangunan pendidikan agama. Menurutnya, pendidikan agama merupakan hal yang paling penting bagi semua masyarakat.

Sehingga pembangunan dilakukan tidak hanya sekadar pembangunan fisiknya saja, akan tetapi juga pembangunan non fisik.

Pembangunan fisik, ke depannya harus bisa ditingkatkan lagi untuk membangun serta melakukan pemeliharaan terhadap fasilitas pendidikan keagamaan. Seperti masjid, madrasah juga musala.

“Kalau pembangunan fisik seperti perbaikan madrasah-madrasah, perbaikan sarana ibadah, bahkan juga saya membangun madrasah itu dengan rumah dinas ajengannya,” ungkap pria yang juga memimpin Yayasan Rumah Tahfidz Sukahati bersama keluarga besarnya ini.

Sedangkan pembangunan non fisik, kata H Muslim, ada beberapa kebijakan yang didorong oleh DPRD agar maksimal, yaitu terkait insentif para guru madrasah.

Selain itu juga mendorong program-program pendidikan keagamaan yang diselaraskan dengan pendidikan formal.

Sehingga ada keseimbangan antara pendidikan agama dengan pendidikan formal bagi anak-anak di Kota Tasikmalaya.

Namun demikian, kata H Muslim, tidak bisa dipungkiri apabila masih ada kendala dalam pelaksanaan pembangunan bidang pendidikan. Salah satu kendala yang menjadi catatannya adalah ketersediaan guru sebagai tenaga pendidik.

“Memang masalah kekurangan guru, ini tidak hanya di Kota Tasikmalaya saja. Tapi juga persoalan secara nasional. Mulai dari tingkat sekolah dasar (SD) sampai dengan tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP). Sehingga perlu ada upaya dari pemerintah untuk bisa memenuhi kebutuhan guru. Kemudian juga insentif guru juga harus naik,” jelasnya lagi.

Beberapa program yang digalakkan oleh Pemerintah Kota Tasikmalaya seperti Magrib Mengaji, sekolah madrasah diniyah untuk anak-anak usia sekolah, menurutnya merupakan satu terobosan baik. Sehingga program tersebut harus betul-betul diterapkan di masyarakat.

“Kalau di Kota Tasik program wali kota ada magrib mengaji dan lainnya, kalau saya punya program tahfidz. Saya berharap ke depan program-program peningkatan keagamaan lebih digalakkan di lingkungan sekitar saya, bisa menjadi program untuk Kota Tasikmalaya. Sehingga konsepnya adalah membangun dulu dari wilayah terkecil, kemudian bisa membangun untuk Kota Tasikmalaya,” harapnya.

Sebagai anggota DPRD Kota Tasikmalaya, H Muslim pun tetap memperhatikan perkembangan Kota Tasikmalaya dari waktu ke waktu. Menurutnya Kota Tasikmalaya saat ini, sudah banyak melakukan pembangunan yang pesat.

Banyak jalan yang sudah diperbaiki. Kemudian lampu-lampu penerangan jalan pun banyak terpasang. Drainase mulai dibangun hingga ke pelosok-pelosok wilayah Kota Tasikmalaya.

“Untuk wilayah saya sekarang sudah banyak yang berubah, PJU banyak terpasang, drainase juga banyak dibangun, dengan adanya pembangunan ini mudah-mudahan Kota Tasikmalaya ke depan akan semakin baik,” tandasnya.

Bagi H. Muslim, diberikan amanat di DPRD Kota Tasikmalaya bukanlah hal yang mudah. Akan tetapi dia terus bertekad agar bisa memberikan manfaat bagi orang-orang di sekitarnya.

“Selagi kita masih mampu untuk berbakti, mengabdi kepada masyarakat, maka lakukanlah. Saya punya filosofi seperti pohon pisang yang bisa tumbuh di mana saja. Saat tumbuh pohon itu akan menghasilkan pohon kecil di sekelilingnya, kemudian pohon itu berbuah, selanjutnya buahnya masak. Artinya kita bisa mengabdi di mana saja, di lingkungan sekitar kita, kemudian hidup kita juga harus bermanfaat bagi banyak orang,” pungkasnya. (red)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.