Ingin Perbaiki Hidup, 108 Warga Transmigrasi

39
BERKUMPUL. Masyarakat Kabupaten Pangandaran sedang berkumpul menghadiri salah satu acara. Sebanyak 108 warga di Pangandaran diketahui mengikuti program transmigrasi.Deni Nurdiansah / Radar Tasikmalaya

PANGANDARAN – Meski tahun ini tidak memberangkatkan transmigran, namun sejak empat tahun terakhir Pemerintah Kabupaten Pangandaran telah mengirimkan ratusan warga ke beberapa wilayah di Indonesia Barat dan Tengah.

Kasi Transmigrasi Dinas Tenaga Kerja Industri dan Transmigrasi Engkus Saefuloh mengatakan salah satu alasan warga menjadi transmigran bertujuan untuk memperbaiki kondisi ekonominya. ”Rata-rata mereka menggarap lahan pertanian dan perkebunan,” tuturnya kepada Radar, Jumat (9/2).

Menurutnya, warga yang bertransmigrasi itu mendapatkan jatah kebutuhan hidup untuk satu tahun, fasilitas rumah dan tanah seluas dua hektare. ”Mereka juga diberikan alat-alat berkebun dan membuka lahan pertanian,” tuturnya.

Tujuan warga Pangandaran bertransmigrasi paling banyak di wilayah Indonesia Tengah seperti Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara, Sumatera Selatan dan Kalimantan Utara. ”Tahun 2014 ada sembilan orang yang berangkat, 2015 17 orang, 2016 46 orang, 2017 12 orang dan 2018 15 orang,” ungkapnya.

Kabid Tenaga Kerja dan Transmigrasi Dinas Tenaga Kerja Industri dan Transmigrasi Ade Supriatna mengatakan dari 108 orang yang pergi bertransmigrasi, delapan orang yang kembali. ”Mereka mengaku tidak betah tinggal disana,” terangnya.

Para transmigran ini, kata dia, dikirm ke daerah yang memang jumlah penduduknya masih rendah. ”Meskipun diharapkan bisa memanfaatkan lahan garapan untuk peningkatan ekonomi,” katanya. (den)

loading...
BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.