Ingin Terus Melayani Warga Kurang Mampu

47
0

Mendorong kemandirian santri dan masyarakat. Menjadi impian yang ingin diwujudkan Wakil Ketua DPRD Kota Tasikmalaya Muslim SSos MSi.

Sebab kota berjuluk Kota Santri ini memiliki potensi dalam hal pendidikan keumatan dengan banyaknya pondok pesantren.

Untuk itu, kata Muslim, setiap tahun diri­nya konsen membantu pembangunan in­fra­struktur berupa jalan dan saluran air. Ter­masuk membantu sarana prasarana pon­dok pesantren dan masjid.

“Sudah be­berapa pondok pesantren yang saya ban­tu perbaiki. Tidak lihat warna, yang pen­ting sarana pendidikan santri harus ba­gus dan layak. Dalam mencetak generasi pe­ne­rus yang berpondasi keagamaan,” ucapnya.

Tahun ke tahun, dia konsen menggembleng program tersebut. Infrastruktur pondok pesantren lebih baik, sehingga bisa memberikan rasa nyaman para santri yang menuntut ilmu di sana.

Dia pun berharap ke depan baik Legislatif maupun Eksekutif bisa berbarengan satu pemikiran mewujudkan pendidikan di lingkungan ponpes semakin prima.

“Diusahakan bisa jadi pondok pesantren yang modern. Supaya tidak ketinggalan, siap bersaing dengan sarana pendidikan lain. baik madrasah diniyah, tsanawiyah maupun Aliyah tak boleh ketinggalan,” tuturnya.

Agar pondok pesantren lebih berdaya saing, tambah Muslim, perlu pembekalan keahlian seperti Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

Supaya lulusannya, tak hanya cakap berbicara ilmu keagamaan, namun siap dilepas di tengah masyarakat dengan skil yang dimiliki. “Tentunya untuk mencetak tenaga kerja berbasis agama dan usaha. Mandiri setelah lulus mondok,” ujarnya.

Sebagai Ketua Bidang Usaha dan Ekonomi di PC NU Kota Tasikmalaya, Muslim pun tengah merancang supaya di setiap pondok pesantren atau Dewan Kemakmuran Masjid (DKM), memiliki sarana usaha.

Seperti warung serba ada, supaya menggerakan ekonomi keumatan, agar bersinergi antara warga pesantren dengan warga di lingkungan pondok pesantren itu sendiri.

“Jadi perekonomian warga di lingkungan santri, mau pun santri itu sendiri bisa berdaya dari sisi ekonomi,” harap Muslim.

“Sebab apabila ada sinergitas, tidak akan terkesan adanya sekat tebal antara warga pondok dan di luar pondok. Otomatis rasa memiliki semakin tinggi. Kita sadari fenomena pesantren seolah tertutup sudah menjadi stigma sebagian pihak,” ucapnya melanjutkan.

Selama menjadi anggota dewan, Muslim telah merealisasikan berbagai keinginan masyarakat berkaitan infrastruktur jalan lingkungan dan saluran air.

Hampir seluruh jalan lingkungan sudah terpenuhi dan terlihat baik terutama di Kecamatan Cihideung dan Tawang.

“Maka saya akan terus fokus terhadap program infrastruktur, terutama sarana menuju komplek ponpes juga saya bantu perbaiki meski bukan daerah pemilihan,” ungkapnya memaparkan.

Berdaya Saing

Disamping program infrastruktur sarana pendidikan dan jalan lingkungan, Muslim pun konsen mendorong pembangunan sufrastruktur.

Salah satunya, dalam setiap tahun mengalokasikan dana aspirasi untuk penguatan kegiatan pembinaan terhadap 10 Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP). Yang sudah rutin dimulai sejak Tahun 2017 bersama Dinas Pendidikan.

“Tiap tahun saya beda-beda LKP yang didorong. Mulai dari kursus menjahit, salon tata rias pengantin, tata boga, mengemudi dan lain sebagainya,” terang dia.

Setiap tahun, kata Muslim, tidak jarang tercetak sebanyak 200 lulusan dari 10 LPK yang didorongnya melakukan pembinaan keahlian.

Untuk permodalannya, dia pun menyarankan para lulusan mengakses dana Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari perbankan yang bunganya hanya 0,3 persen dalam satu bulan.

“Sehingga meringankan mereka dalam membuka usaha. Ini bisa dibilang saingan dengan program Pemkot Wira Usaha Baru (WUB) yang mencetak 1.000 orang tiap tahun,” ujarnya berseloroh.

Kemudian, Muslim juga melaksanakan pelatihan bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tasikmalaya. Melatih RT/RW di setiap wilayah, untuk penanganan bencana secara dini dalam meminimalkan risiko korban.

“Jadi para ketua RT dan RW bisa taktis ketika ada bencana di wilayahnya. Selain penanganan juga bisa melaporkan kejadian dengan baik terhadap petugas Pusdalops. Nantinya menekan anggaran penanganan lebih efisien karena mereka sudah terlatih evakuasi dan lain sebagainya,” tutur pria murah senyum itu.

Di sisi lain, dia mengaku masih memiliki mimpi sebagai anggota legislatif yang belum terwujud. Salah satunya, pemerintah bisa memiliki database masyarakat secara riil akurat dan faktual, by name by address.

Mengingat selama ini masih sering terdengar tidak tepatnya bantuan pemerintah. Mulai KIP, KIS, PKH mau pun BPNT.

“Tantangan saya ke depan, melayani masyarakat kurang mampu dengan memiliki data kependudukan riil daerah. 2020 ingin ada perbaikan kaitan hal itu,” harapnya.

Muslim merasa berutang, ketika masih ada masyarakat yang berhak menerima bantuan malah tidak terbantu. Sebab, sedikitnya bisa mengurangi beban warga kurang mampu dengan program bantuan pemerintah.

“Kita akan membenahi data itu, semoga terwujud. Memberikan referensi terhadap pemerintah untuk menyalurkan bantuan terhadap warga yang tepat dan benar-benar harus dibantu,” ucapnya bertekad.

Baginya, mewujudkan harapan masyarakat dengan kehadirannya di bangku parlemen adalah sebuah mimpi yang harus dikejar. Supaya, peran selaku wakil rakyat benar-benar hadir bagi masyarakat.

“Seperti quotes dari Colin Powell ‘sebuah mimpi dapat terwujud bukan karena keajaiban, melainkan karena keringat dan kerja keras,” pungkasnya. (igi)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.