Ini 3 Faskes di Kota Tasik yang Ditutup Karena Nakes Positif Corona

1638
1
radartasikmalaya.com
Ilustrasi

KOTA TASIK – Sebanyak tiga Fasilitas Kesehatan (Faskes) di Kota Tasik dihentikan operasionalnya lantaran terdapat tenaga kesehatan yang terkonfirmasi positif Covid-19, hingga Jumat (11/09) sore.

Faskes yang pertama ditutup adalah sebuah klinik di Kecamatan Cibeureum, lalu Puskesmas Cihideung, serta Rumah Sakit Ibu dan Anak Bunda Aisyah.

Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Tasikmalaya, Uus Supangat mengatakan, di masing-masing Faskes itu terdapat satu orang Tenaga Kesehatan (Nakes) yang terkonfirmasi positif Covid-19.

Karenanya, beber Uus, untuk mengantisipasi penyebaran yang lebih luas, Faskes itu terpaksa ditutup sementara karena pihaknya sedang melakukan tracking serta penyemprotan disinfektan.

“Klinik dan puskesmas kita tutup selama tiga hari. Untuk yang rumah sakit ibu dan anak, kita sesuaikan waktunya karena cakupannya luas,” katanya kepada radartasikmalaya.com.

Menurut dia, pasien yang berada di tiga Faskes itu telah dipindahkan ke tempat lainnya.

Loading...

Selama penutupan, pihaknya akan melakukan sterilisasi ruangan dan pelacakan (tracking) kepada kontak erat pasien.

Uus menambahkan, saat ini terdapat empat orang Nakes yang terkonfirmasi positif Covid-19 dan masih menjalani perawatan.

Tiga Nakes berasal dari tiga Faskes yang ditutup, sementara satu Nakes lagi bertugas di luar daerah tetapi tinggal di Kota Tasik.

Ia belum bisa memastikan sumber awal para Nakes itu terkonfirmasi positif Covid-19 dari mana.

Namun dia menduga mereka yang terpapar Covid itu usai melakukan perjalanan luar kota.

“Kita masih melakukan tracking pokoknya kang, dan sedang menyiapkan langkah antisipasi selanjutnya agar penyebarannya tak terus meluas,” tambahnya.

Berdasarkan data yang dihimpun di lapangan, secara akumulasi terdapat 59 kasus terkonfirmasi positif di Kota Tasik.

Sebanyak 45 orang dinyatakan sembuh, 11 orang masih menjalani perawatan, dan tiga orang meninggal dunia.

(rezza rizaldi)

Loading...
loading...

1 KOMENTAR

  1. Klinik dicibeureum? Namanya apa min? Kok ga disebutin kayak bunda aisyah? Klo makin banyak gimana gara gara kurang informasi darimu min.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.